Percepat Bantuan, Korban Gempa di Warung Kondang Cianjur Terima Bantuan dari SAIH Secara Non Tunai

Korban Gempa Kabupaten Cianjur di tempat Pengungsian. (Foto Dok. istimewa)

KABUPATEN CIANJUR, Cybernewsnasional.com — Warga korban gempa di Kampung Cicariang Hilir RT 02 RW 03 Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur Jawa Barat menerima bantuan dengan Non Tunai secara Transfer.

Menurut founder Saba Alam Indonesia Hijau (SAIH), Pahrul Roji, dirinya mengirimkan bantuan secara Non Tunai atau melalui transfer bermaksud agar bantuan dapat tersalurkan dengan cepat sampai ke korban yang membutuhkan. Selasa (22/11/2022).

“Di sana langsung mereka sendiri yang membelanjakan apa kebutuhan yang mendesak bagi para korban di pengungsian,” terang Arul sapaan akrab Founder SAIH.

Arul yang merupakan mantan Jurnalis, mengatakan dirinya mendapat informasi dari Kawan Jurnalis yang sedang bertugas di lokasi gempa, selanjutnya mengirimkan bantuan dari informasi tersebut.

“Info dari kawan media disana, mereka sounding ke Kita, Live (siaran langsung) terus mereka,” Ujarnya.

 

Menurut informasi dari korban gempa di Kampung Cirariang Hilir, tepatnya di RT 02/03 kondisi rumah hancur dengan rusak berat lebih dari 25 rumah, Korban meninggal 4 orang, dan luka-luka 15 orang.

Diketahui gempa daratan
yang terjadi di Kabupaten Cianjur dengan kekuatan 5,6 magnitude pada Senin (21/11/2022) sekitar pukul 13:41 WIB itu terus diikuti gempa susulan, setidaknya ada 10 Kecamatan yang terdampak.

Hingga Selasa (22/11) siang, BMKG melaporkan kembali terjadi ratusan gempa susulan dengan kekuatan 2,6 Magnitude sekitar pukul 14:52 WIB dengan titik koordinat 6.81 LS 107.06 BT dengan kedalaman 7KM, pusat gempa berada di darat.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menghimbau dikhususkan bagi masyarakat Cianjur yang bermukim di daerah lereng-lereng perbukitan dan di lembah atau bantaran sungai.

Menurutnya, besar kemungkinan lereng-lereng perbukitan di Cianjur menjadi rapuh usai terjadinya gempa bumi. Hal ini dapat semakin diperparah dengan tingginya intensitas hujan yang berpotensi mengguyur Cianjur.

“Lereng-lereng yang rapuh ini ditambah hujan deras dapat memicu terjadinya longsor dan banjir bandang dengan membawa material runtuhan lereng. Jadi masyarakat dan pemerintah setempat juga perlu mewaspadai adanya kolateral hazard atau bahaya ikutan usai gempa kemarin,” terangnya dalam keterangan tertulis.

Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui akun resmi media sosialnya, menerangkan lewat infografis sebanyak 252 orang Meninggal dunia, 377 luka-luka, dalam pencarian 31 orang, mengungsi 7.060 jiwa.
diskominfo

“10 Lokasi Terdampak Gempa Bumi yang berkekuatan besar di Kabupaten Cianjur, pendataan saat ini masih terus berlangsung. Mohon doanya untuk Cianjur.” Tulis keterangan Akun Instagram @diskominfocianjur, Selasa (22/11) sekitar pukul 14:00 wib. (Ups)

 224 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.