Penyelundupan Baby Lobster Berhasil Terungkap Polresta Bandara Soeta

Lobster-Cybernewsnasional.com

BANDARA SOETTA – Cybernewsnasional.com – Penyelundupan 34 Box lobster ke Singapura yang dikamuflase dengan menggunakan sayuran selada Air di dalam Box yang akan di kirim ke Singapura, melalui landasan (Aprron) 8 Internasional tempat keberangkatan Pesawat GA-0836, yang terjadwal take off pukul 15.30 WIB, Rute CGK (Soetta)-SIN (changi), berhasil diungkap oleh Polres Bandara Sukarno-Hatta. Selasa (06/04/2021) pukul 15.00 WIB.

Alexander Ahmad Yurikho, Kasat Reskrim Bandara Soeta, dalam konferensi Pers, menjelaskan bahwa penyelundupan 34 Box lobster yang di tutupi menggunakan sayuran selada Air di dalam Box tersebut, akan di kirim ke Singapura.

Kerugian hampir Tujuh milyar lebih, para tersangka diduga telah melakukan penyelundupan sebanyak 8 kali dan baru ini berhasil kami gagalkan“, ucap Alexander.

Dijelaskan Kapolresta Adi Ferdian Saputra S.I.K, M,H
Kejadian tersebut berawal di laporkan oleh Septian Permana SH, 29 (Tahun)
Tersangka 1 HZ (Alias H) berprofesi sebagai Direktur PT.Berlian Abadi

Tersangaka 2 , Sdri Afa Alias A Binti DHA (25 Thn ) perempuan, Berperan menghubungi perusahaan Expedisi untuk proses pengiriman sayuran yang di campur dengan Benih Lobster sekaligus Bendahara di PT tersebut.

Tersangka 3 Sdr Als D A.d DU, (34 Tahun laki-laki ) Berperan membantu menyiapkan Biaya oprasional/pembayaran terkait pengiriman sayuran yang dicampur benih lobser,
Ke tiga tersebut di tangkap di Denpasar Bali

Tersangka 4, Sdr GAB alias B, (36 Tahun,laki-laki) Berperan mengambil benih lobster di daerah Teluk Naga untuk di lakukan packing serta mengarahkan driver expedisi untuk gudang tempat Packing
Di tangkap di pademangan Jakarta Utara.

” Dalam pencarian Orang 4 yang belum tertangkap, Sdr KMW, Sdr A, Sdr Y, Sdr M, Para tersangka tersebut di jerat sangkaan pasal – pasal 88 Jo pasal 16 Ayat (1) dan/atau pasal 92 Jo Pasal 26 Ayat (1) UU RI No.31 Tahun 2004, Pasal 87 Jo Pasal 34  UU RI No.21Tahun 2019 Dengan Ancaman 6 (enam) Tahun Penjara.” ungkap Adi Ferdian.

Di gagalkannya penyelundupan Baby lobster, atas kerja sama dengan kantor Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut ( PSPL ) serta Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM).

(Neneng).

 184 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan