Penggungsi Tidak Terfokus, Warga Dua Desa Butuh Bantuan Makan

Bekasi, MCNN.COM – Banjir yang merendam kampung Leuweung Gede Desa Bantar Sari dan sebagian desa Bantarjaya sudah berlangsung hampir dua hari.

Kawasan yang terendam di desa Bantar Sari mencapai 90 persen antara lain RT 0102,03,04 05,09 dan ditambah 011 serta 012.

Hal ini dikatakan oleh Busro anggota Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) desa Bantar Sari , Kecamatan Pebayuran.

” Ada beberapa Rukun Tetangga yang terendam dan diperkirakan hampir 90 persen terendam,” katanya
( 22/02/2021).

Bantuan yang diterima oleh warga Bantqrjaya setelah dua hari wilayahnya terendam banjir

Busro pun menambahkan , tidak terfokusnya pengungsi menyulitkan pendataan pembagian nasi dari dapur umum.

” Pengungsi tidak terfokus pada satu titik, sulit untuk mendata sedangkan makanan harus diambil ke dapur umum yang jaraknya hampir 2 KM dari lokasi banjir,” tambahnya.

Sementara itu warga Bantar Sari Sofyan mengatakan, bahwa keluarganya sama sekali belum mendaptkan bantuan dari awal banjir.

” Banjir sudah hampir dua hari jangankan beras nasi, aja lom dapet, kepaksa makan mie mentah aja buat ganjel perut,” katanya ( 22/12/2021).

Sofyan menanyakan teknis penyaluran bantuan kepada korban banjir yang dianggap rancu dan tidak merata.

” harusnya disetiap titik bencana ada dapur umum, masa warga mau makan aja harus menempuh jarak 2 kilo meter,” tambahnya.

Hal sama dikatakan oleh Anin warga kampung Selang, ” Banjir dua hari baru dapet mie tiga bungkus, sementara akses jalan terputus dimana kesigapan pemerintah melayani korban banjir,” terangnya.

Menanggapi masalah tersebut, Warjion Kaur Pemerintahan kecamatan Pebayuran mengatakan bahwa warga korban banjir atau perwakilan bisa datang ke dapur umum dikecamatan untik mengambil nasi bungkus yang sudah disipakan untuk para pengungsi.

” Perwakilan bisa datang dan ambil nasi bungkus buat korban banjir,” katanya ( 22/02/2021). ( Ali/Apen)

 

 

 

 340 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan