Penerapan STID di Pelabuhan Tanjung Priok, ALFI: Pemilik Barang Jadi Nyaman

Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, Adil Karim.

Jakarta, cybernewsnasional.com – Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, Adil Karim merespon positif langkah Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Capt Wisnu Handoko yang membuat kebijakan terkait penerapan single truck identifiction data (STID) secara masif di Pelabuhan Tanjung Priok.

Adil mengatakan, dengan pemberlakuan STID, penataan Pelabuhan Tanjung Priok kedepan akan semakin lebih baik karena kelancaran arus barang akan lebih tertib.

“Tentu saja ALFI sangat mendukung langkah OP, sangat positif. STID ini sudah digaungkan sejak lama, tapi baru sekarang terlaksana. Pemilik barang juga akan lebih nyaman karena barangnya aman,” ujar Adil kepada cybernewsnasional.com, Rabu (8/12/2021) di Jakarta.

Contohnya, lanjut Adil, jika terjadi masalah seperti kehilangan barang, pasti akan kelihatan siapa drivernya (supir), siapa pemiliknya dan siapa yang bertanggungjawab.

Adil menuturkan, STID ini adalah cikal bakal untuk penerapan terminal booking system (TBS). Dengan TBS ini, truk-truk yang angkut barang semua dokumennya sudah clear karena telah terdata, dan bisa langsung masuk keluar terminal di pelabuhan tanpa harus mengantri,” tuturnya.

“ALFI menginginkan logistik Indonesia dapat lebih efisien dan efektif, baik itu dari segi biaya, pelayanan maupun keamanan barang. Kami juga menyoroti untuk kelancaran arus barang ekspor/impor,” pungkasnya.

Baca juga: Per 31 Desember 2021, Seluruh Terminal di Pelabuhan Tanjung Priok Akan Terapkan STID

Sebelumnya, Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok telah menargetkan penerapan STID secara menyeluruh di seluruh terminal di Pelabuhan Tanjung Priok, per 31 Desember 2021.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Capt Wisnu Handoko saat membuka kegiatan sosialiasi penerapan (STID) di Museum Maritim, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Selasa (30/11/2021).

Wisnu menegaskan, tujuan pelaksanaan STID di Pelabuhan Tanjung Priok adalah untuk penyeragaman sistem, sehingga armada truk apapun yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok harus sudah clear dengan menggunakan 1 (satu) Single TID.

Dengan STID, baik driver (supir), truk dan perusahaan yang mengoperasikan truk bisa terdata, sehingga jika ada kecelakaan dan kejadian di lapangan terhadap aktivitas trucking bisa lebih jelas siapa yang bertanggung jawab.

Wisnu menjelaskan, semua perusahaan yang mengoperasikan truk di Pelabuhan Tanjung Priok yang akan melakukan pendaftaran STID wajib memiliki PMKU (Pemberitahuan Melakukan Kegiatan Usaha) terlebih dahulu. Baik truk untuk kegiatan stevedoring, cargodoring, receiving, dan delivery harus mempunyai Surat Izin Usaha (SIU).

“Kami akan mempercepat proses PMKU dan pendaftaran STID. OP dan STID Center Pelindo akan memanggil perusahaan secara terjadwal. Kami juga akan menerbitkan pengumuman atau surat pemberitahuan melalui Asosiasi, langsung ke perusahaan ataupun melalui media online,” tambahnya.

Hingga saat ini, OP Tanjung Priok mencatat sekitar 1000 truk yang telah mengurus STID di Pelabuhan Tanjung Priok. Sedangkan jumlah truk yang eksisting di Pelabuhan Tanjung Priok konon katanya sekitar 10.000 unit truk. (KN)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.