Penanggulangan Banjir, Kelurahan Nambo Jaya Berbenah

TANGERANG, MCNN Dalam penanganan bencana alam (banjir) Kelurahan Nambo Jaya, Kecamatan Karawaci Kota Tangerang, berbenah dengan normalisasi wilayah.

Selain penambahan rumah pompa di Wilayah RW. 05, penanganan normalisasi juga diapresiasi Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) dengan penebangan tanaman di bantaran Sungai Kali Sabi.

Lurah Nambo Jaya H. Samsu Rais mengatakan, dengan penambahan pompa dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang diharapkan dapat mempercepat surutnya genangan air saat banjir.

“Alhamdulillah respon pemerintah dengan menambah pompa ini bisa cepat menangani genangan, yang seharusnya satu jam bisa diatasi dengan 30 menit,” ucapnya, Jumat (13/8).

Dirinya juga mengapresiasi respon BBWSCC dengan membantu normalisasi sepanjang bantaran Kali Sabi yang juga diharapkan mengurangi dampak genangan di wilayah Kelurahan Nambo Jaya.

“Terimakasih banyak BBWSCC yang merespon surat kami, sekarang sedang dilakukan penebangan pohon di bantaran Kali Sabi. Makasih juga kepada bapak walikota, dewan dan PUPR,
karena sangat mempercepat hilangnya genangan. Semoga dengan pembenahan ini, sedini mungkin banjir dan genangan yang sering terjadi dapat sedikit teratasi,” harap Samsu Rais.

Lurah Nambo H. Samsu Rais, dampingi anggota DPRD Kota Tangerang, Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Andri S, Permana saat tinjau langsung rumah pompa air di wilayah kelurahan Nambo.

Kegiatan normalisasi itu pun dimonitoring oleh Anggota DPRD Kota Tangerang, Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Andri S, Permana, yang meninjau langsung pemasangan pompa.

Disisi lain, Ketua RW. 05, Joko Suparno berterimakasih kepada pemerintah (Pemkot Tangerang)  maupun anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang yang terlibat dalam membantu menyampaikan aspirasi.

“Dengan bantuan pompa ini, saya berterimakasih ke pemerintah juga anggota dewan yang banyak membantu kami selaku warga RW. 05,” ujarnya.

Ia juga berharap, dengan bantuan normalisasi, keluhan warga dapat sedikit teratasi. ” Ya,…intinya semoga tidak banjir lagi,” tandas Joko.

Sementara pada kesempatan monitoring, Anggota DPRD Kota Tangerang, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Andri S, Permana mengungkapkan, bahwa Sesuai dengan permendagri nomor 86 tahun 2017, dimana dalam perencanaan pembangunan ada tiga aspek pendekatan, yakni teknokratis, aspiratif dan politis maka sinergitas antara perencanaan pemkot dan aspirasi masyarakat harus dikawal agar menghasilkan program yang tepat sasaran.

“Kegiatan monitoring hari ini merupakan komitmen kami bersama pak walikota (Arief R Wismansyah) dalam rangka upaya antisipasi banjir di musim penghujan nanti,” jelasnya.(red)

 191 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.