Pemasangan Kanopi dan Bangunan Dikeluhkan Tokoh Pemuda

Jakarta. MCNN – Pemasangan kanopi yang terletak di Jalan Kapuk Muara RT 10 RW 04 di keluhkan warga. Pasalnya Jalan Kapuk Muara yang sudah sempit ditambah lagi dengan pemasangan Kanopi dan belum lagi pedagang kaki lima menutupi saluran air yang ada di wilayah RW 04 Kelurahan Kapuk Muara Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara.

Tokoh pemuda RW 4 Kapuk Muara Heri mengatakan, menyesalkan bila ada oknum yang mengijinkan pemasangan kanopi diatas saluran.

” Saya berharap pada instansi terkait untuk menegur pemasangan kanopi yang menjulur keluar jalan raya dan berdampak pada pengguna jalan lainya,” kata dia.( 11/7/2020).

Heri pinta kepada Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP ) Kelurahan Kapuk Muara untuk ambil tindakan terkait dengan pasang kanopi yang menjulur ke Jalan Raya. Saya berharap satpol PP jalankan perda Perda tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum),” pintanya.Sementara itu Heri menegaskan, kalau hal ini dibiarkan akan terus semraut di Kapuk Muara dan akan semakin kecil jalan Kapuk Muara yang akan melintas di Tiga RW yakni RW 1, RW 4 dan RW 5. Saya juga berharap lurah harus monitoring wilayah,” tegasnya.

Heri juga memaparkan selain itu, masih banyak mobil besar yang melanggar peraturan yang telah disepakati oleh warga Kapuk Muara dan para pengurus RT, RW, LMK, FKDM, Camat, Lurah maupun dari instansi Kepolisian, TNI dan Dishub.

” Hasil dari itu Plang Dishub terpasang di jembatan hari – hari didepan pintu gerbang arah masuk ke wilayah RW 4, RW 5 dan RW 1,” jelasnya.

Masih kata Heri perlu diketahui, di Jalan Kapuk Muara ini dua siswa terlindas mobil truk yang satu meninggal dan yang satu cacat seumur hidup,”terangnya .

Selain itu ia juga mengeluhkan dengan bangunan tiga lantai yang terletak di RT 4 RW 4 seakan tidak memperdulikan aspek keselamatan baik penghuni maupun warga sekitar

” Dugaan saya bangunan tersebut nambah tingkat namun tidak ada stek pondasi atau tambahan ceker yang baru, saya kwatir jikalau itu ada lini atau gempa kecil terjadi hal itu yang tidak saya inginkan,” keluhnya.

Dihari yang sama menurut keterangan ketua RT 4 RW 4 Kislam “saya sudah ingatkan pemilik kiranya bisa memperhatikan aspek keselamatan jangan sampai akibat kurang perencanaan pembangunan bisa mengancam masyarakat, tolong bangunan jangan terlalu menjorok ke depan dan kabel listrik agar di benahi terlebih dahulu, ” terangnya.

Kata Meri pemilik bangunan, dari bangunan saya yang dulu kabel listrik sudah masuk kedalam rumah saya. Saya sudah berusaha untuk memindahkan kabel listrik dan saya juga sudah menghubungi PLN di nomor 123 ahkirnya orang PLN datang kesini dan dia pinta anggaran untuk memindahkan kabel 12 juta dan saya tidak sanggup ,” kata Meri dirumahnya. ( Sunarno/ Apen)

Tinggalkan Balasan