Pelanggan Eks TKR Pertanyakan Layanan Air Tirta Benteng Sering Mati Tanpa Pemberitahuan, Ini Penjelasannya

Bantuan air bersih Perumda Tirta Benteng melalui Mobil Tangki kepada Pelanggan Eks TKR di Sukasari Kota Tangerang. (Foto Supriyadi Ups)

KOTA TANGERANG, Cybernewsnasional.com — Warga Kota Tangerang mengeluhkan pelayanan penyediaan air bersih dari perusahaan umum daerah (Perumda) Tirta Benteng (TB) yang kerap terhenti mendadak tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

Mereka mempertanyakan kinerja perusahaan daerah milik Pemerintah Kota Tangerang tersebut, pasalnya sejak adanya pemindahan pelayanan dari Kabupaten Tangerang dalam hal ini Perumda Tirta Kerta Raharja (TKR) ke Perumda TB milik Kota Tangerang malah sering terhenti penyediaan air bersih tanpa ada pemberitahuan sebelumnya kepada pelanggan, terutama di wilayah Kecamatan Tangerang.

Akun media sosial Perumda Tirta Benteng pun kerap diserbu komentar pedas para pelanggan, diperparah oleh informasi penyesuaian tarif yang diumumkan pada 4 Agustus di akun media sosial humas Perumda Tirta Benteng.

Terutama tarif rumah tangga yang bakal naik dalam pemakaian bulan September dan nantinya masuk tagihan bulan Oktober, dengan tarif dasar berbeda-beda dari R1-R5 dan banyak pemakaian air pelanggan.

“Dalam rangka optimalisasi peningkatan pelayanan kepada pelanggan dan menjalankan mandatori atas perintah sebagaimana SK Gubernur Provinsi Banten Nomor 690/KEP.259-HUK/2021 tentang Penetapan Tarif Batas Atas dan Batas Bawah bagi BUMD Pengelola Air Minum di Provinsi Banten dan Peraturan Walikota Tangerang Nomor 70 Tahun 2022 tentang Kelompok Pelanggan dan Tarif Air minum.” Kutip Keterangan Instagram Humas Perumda TB.

Informasi penyesuaian tarif pelayanan air bersih yang diunggah akun Instagram Humas Perumda Tirta Benteng.

Banyak netizen yang mengaku pelanggan, berkomentar sebaiknya pihak Perumda TB memperbaiki pelayanannya terlebih dulu sebelum menaikkan tarif.

“Silakan naikkan tarif asal AIR LANCAR GA KECIL, GA SERING MATI, GAK KOTOR KAYAK AIR LUMPUR. Seandainya ada pilihan lain selain tirta benteng niscaya pelanggan juga malas pakai anda.” Kutip Komentar akun Instagram @milahasbi311211 pada postingan 4 Agustus 2022.

Bahkan saat salahsatu petugas catat meter dari Mitra Perumda TB yang bertugas dari rumah-rumah di wilayah Sukasari sambil membagikan kertas informasi penyesuaian tarif, sempat menjadi sasaran kritik warga karena pelayanan air kerap mati mendadak namun tarif meningkat.

Menurut keterangan dari pihak Perumda Tirta Benteng maupun Tirta Kerta Raharja, di beberapa wilayah pelayanan air bersih yang telah diserahkan aset pelayanan penyediaan air bersih kepada pelanggan TKR sebelumnya masih disuplai dari Pengolahan air milik Kabupaten Tangerang yang berlokasi di Jalan Kisamaun Sukasari Kecamatan Tangerang.

“Terkait dengan tirta benteng memang sampai saat ini masih di suplai dari kita, hanya permasalahan pembagian air tanggung jawab pihak tirta benteng,” Terang Yunis (12/07/2022) kepada Cybernewsnasional.com selaku Humas Perumda TKR saat dikonfirmasi terkait pengadaan air bersih eks Pelanggan TKR melalui pesan WhatsApp.

Pihak Perumda Tirta Benteng mengakui dari hal tersebut, bila terjadi kendala tidak dapat mendeteksi dini bila suplai air bersih akan terhenti dan memberitahukan kepada pelanggan sebelumnya.

“Bagi Pelanggan yang masuk dalam zona penyerahan dari Pdam TKR Kabupaten, pelanggan memang telah berpindah ke pdam TB kota tangerang, tetapi. Airnya tetap dalam pengolahan PDAM TKR dan kita membeli curah setiap kubiknya kepada mereka Pdam TKR, jadi kalo airnya MATI, tanggung jawabnya ada di pengolahan PDAM TKR, demikian sy bantu menjelaskan. Tidak semua aset itu diserahkan semua kepada pdam TB,” Papar Iksan Sodikin mantan Humas Perumda TB dalam status WhatsAppnya Minggu (25/09/2022).

Saat dipertanyakan terkait kenapa tidak langsung disuplai dari tempat pengolahan air bersih milik Perumda TB, Humas Tirta Benteng, Syarif mengatakan pihaknya pernah mencoba namun tidak berhasil mengaliri semua pelanggan eks TKR di semua wilayah.

“Kita pernah coba suplai air bersih langsung (dari Perumda TB), namun tidak bisa mengalir ke seluruh jaringan, masih terkendala itu, karena itu jaringan pipa lama,” jelas Syarif saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (25/09/2022).

Namun apabila kondisi pengolahan air bersih milik Perumda TKR di jalan Kisamaun tidak mampu mendistribusikan air bersih dengan alasan tidak bisa mengolah karena menurunnya debit air sungai Cisadane, berbeda dengan pengolahan air di Pasar Baru milik Perumda TB.

Bila pelanggan memerlukan bantuan air bersih yang didistribusikan dengan mobil Tangki Air, pihak Perumda TB bisa membantu pelanggan dengan mengirimkan air bersih.

Salahsatunya bantuan air bersih di jalan Sukamanah 4 RW 15 Kelurahan Sukasari, dua hari belakangan pada Sabtu sore dan Minggu siang (24-25/09/2022) pihak Perumda Tirta Benteng mengirimkan permintaan bantuan Air bersih kepada Warga.

Walau terbantu dengan adanya bantuan tersebut, warga yang menjadi pelanggan air bersih PDAM Tirta Benteng di wilayah Sukasari berharap agar air bersih mengalir seperti biasa.

“Capek gotonginnya, tempat penampungan terbatas kita semua ingin ngalir seperti biasa jangan keseringan mati, apa-apa repot, nyuci masak mandi terlebih kalo ingin buang air.”ucap salahsatu ibu warga Sukamanah, Sukasari Tangerang.

Di sisi lain, Andri Permana anggota DPRD Kota Tangerang dari Komisi II mengatakan sedang berusaha menyelesaikan permasalahan air bersih yang kerap mati hidup di wilayah tersebut.

“Agar warga sabar, masalah ini sedang diadvokasi, nanti dijembatani dengan pihak TKR,” ungkapnya, Minggu (25/09/2022). (Ups)

 691 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.