Pelaku Curanmor di Ciduk Mapolres Sukabumi

Sukabumi. MCNN – Kasatreskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila memberi pernyataan dalam Pers Rilis di Mapolres Sukabumi ( 8 /2 ). Bahwa  penangkapan para tersangka ini berawal dari laporan masyarakat di Polsek Sagaranten dan Polsek Cicurug pada bulan November 2020 lalu.

Dalam pers rilis yang dilaksanakan tampak 5 tersangka yang berjajar di depan para awak media dan dijaga ketat oleh petugas. beberapa barang bukti berupa alat kerja mereka dan kurang lebih sembilan unit kendaraan bermotor di hadirkan dalam acara tersebut.

“Lima orang tersangka yang diamankan masing-masing berinisial H, I, UI, UT dan WS. Tersangka H dan I merupakan spesialis pencurian,”kata Rizka.

sementara itu jelas Rizka, UI, UT dan WS merupakan penadah. Wilayah operasi para tersangka tersebut adalah kawasan utara dan selatan Kabupaten Sukabumi. Dari kelompok utara berhasil diamankan kurang lebih sembilan unit motor dengan satu pelaku dan satu penadah. Dari kelompok selatan kita mengamankan dengan barang bukti kendaraan bermotor kurang lebih sembilan unit dengan satu pelaku dan dua penadah,” jelasnya.

Ia pun memaparkan, bahwa  pelaku berinisial H yang kerap beroperasi di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi merupakan residivis, karena pernah tiga kali ditangkap dengan kasus yang sama. Sementara untuk kelompok utara berinisial I merupakan perbuatan yang ke dua,

“Diantara mereka, dua orang merupakan residivis. Tersangka H saat ditangkap sempat melakukan perlawanan, sehingga tim melakukan tindakan tegas terukur, modus operandi para pelaku melakukan pencurian bermacam-macam, disesuaikan dengan target. Bahkan nekadnya, ada yang dicuri di pekarangan rumah, ada pula yang dicuri di parkiran dengan merusak kunci utama menggunakan kunci letter,” papar Rizka.

Mereka spesialis dengan target kendaraan ada di pekarangan rumah. Ada motor langsung dicuri. Mereka melakukan aksinya dengan berkelompok. Ada tiga orang yang kini berstatus DPO dan sedang kita cari.

” Jadi waktu melakukan pencurian, bisa siang hari dan malam hari. Artinya pada saat kendaraan itu terparkir dan memungkinkan dicuri, nah di situ mereka langsung beraksi. Rata-rata setelah melihat kondisi pemilik kendaraan itu lengah. Untuk kelompok utara beraksi malam hari, yang di selatan sore hari,” ungkap Rizkha membeberkan modus kerja para maling motor tersebut.

Setelah para pelaku melancarkan aksinya, mereka langsung menjual motor curian kepada para penadah yang sebelumnya sudah mereka kenal. Dari tangan 480 (penadah) ini baru diedarkan ke wilayah lain. Sementara itu, harga motor bervariasi mulai Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta. Rata-rata motor yang dicuri itu memang jenis Matic, namun ada juga motor manual bahkan ada yang motor rakitan.” Atas  perbuatannya, para Maling motor ini terancam pasal 363 dengan ancaman hukuman tujuh tahun kurungan. Sementara untuk penadah terancam pasal 480 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara,” pungkas Rizkha.

(Achmad Zazuli).

 154 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan