Pakai Alat Trawl, KKP Tangkap Kapal Bendera Malaysia di Selat Malaka

Kapal Ikan Asing Berbendera Malaysia KM PKFA 7496 yang ditangkap oleh jajaran Ditjen PSDKP.

Jakarta, cybernewsnasional.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Cq. Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) kembali berhasil menghentikan aksi satu kapal ikan asing (KIA) yang kerap melanggar aturan IUU fishing di Wilayah Perairan Indonesia.

KIA berbendera Malaysia bernama KM PKFA 7496 tersebut ditangkap oleh Kapal Pengawas Hiu 01 yang dinahkodai Kapten Albert Essing pada Sabtu (5/2/2022), sekitar pukul 22.30 WIB, tepat pada posisi 03’08.501 LU-100’38.214 BT Perairan Selat Malaka.

“Satu kapal ikan asing berbendera Malaysia berhasil diamankan aparat karena diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal di WPP 571 Selat Malaka,” terang Dirjen PSDKP, Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin kepada awak media, Rabu (9/2/2022) di Jakarta.

Adin mengungkapkan bahwa meski cuaca tengah tidak mendukung, namun aparat Kapal Pengawas Hiu 01 tetap tidak kendor melumpuhkan para pelaku illegal fishing.

Hal ini menunjukkan kesigapan aparat Indonesia dalam melindungi sumber daya kelautan dan perikanan di laut Indonesia.

“Sesuai arahan Menteri Kelautan dan Perikanan, komitmen kami jelas. Zero tolerance untuk kegiatan illegal (pencurian ikan), unreported and unregulated (IUU) fishing,” tegas Adin.

Adin menyampaikan, dalam upaya memerangi praktik illegal fishing di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, pihaknya juga terus akan berkoordinasi dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum Malaysia.

“Tentu selain langkah penegakan hukum, kami akan terus memperkuat kerja sama antar negara dalam pemberantasan illegal fishing,” ujar Adin.

Sementara itu, Kepala Stasiun PSDKP Belawan, Andri Fahrulsyah menyampaikan bahwa KM PKFA 7496 sendiri melakukan praktik illegal fishing dengan mengoperasikan alat tangkap terlarang yakni trawl.

Adapun awak kapal KM PKFA 7496, empat orang diantaranya berkewarganegaraan Indonesia.

“Kapal dan sejumlah barang bukti, serta awak kapal berkewarganegaraan Indonesia dibawa ke Satwas PSDKP Dumai untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Andri.

Sebelumnya, Menteri KKP Trenggono juga menyampaikan bahwa KKP terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan di laut Indonesia.

Dimana KKP mengambil posisi tegas tidak memberikan toleransi terhadap praktik IUU fishing dan meminta aparat Ditjen PSDKP untuk bertindak tegas.

Selama Tahun 2022, KKP berhasil mengamankan sebanyak 9 (sembilan) kapal yang terdiri dari 4 kapal ikan asing ilegal berbendera Malaysia dan 5 kapal ikan Indonesia yang melanggar aturan. (KN)

 731 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.