May Day Terganjal PSBB, Tuntutan Tolak Omnibuslaw Ceker Tetap Bergelora

May Day-Cybernewsnasional.com

MCNN, Kota Tangerang – Sebentar lagi Hari Buruh sedunia ( May Day ) akan tiba, tetapi nampaknya buruh di Kota Tangerang belum  memiliki rencana aksi  demonstrasi yang setiap tahun dilaksanakan pada pada setiap 1 Mei 2020.

Ketua PC FSPTSK KSPSI Kota Tangerang Hendi Purnomo.S.T., mengatakan pihaknya belum merencanakan demo perayaan May Day seperti tahun-tahun sebelumnya, walaupun suara penolakan Omnibuslaw Ceker tetap bergelora.

Omnibuslaw-Cybernewsnasional.com
Aksi buruh menolak Omnibuslaw Ceker (2019).

“Belum ada wacana demo pada Maya Day tahun ini,  tapi tetep penolakan Omnibuslaw Ceker berjalan terus,” ujarnya kepada awak Media Cybernewsnaaional.com, Selasa (21/04/2020).

Menurutnya, rencana demo saat ini diurungkan karena Indonesia terutama Tangerang yang sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus mata rantai penyebaran Covid -19., Tapi berkomunikasi dengan teman-teman tetap berjalan walaupun lewat sosmed.

“Terkait imbauan pemerintah yang tidak boleh berkerumun. Soalnya pasti tidak dapat izin,” ungkapnya.

Seperti diketahui, May Day merupakan perayaan Hari Buruh Internasional. Dimana pada setiap tahunnya buruh selalu menyuarakan aspirasinya pada momen ini. Apalagi tahun ini merupakan tahun perjuangan yang sangat keras terkait RUU Omnibuslaw Cipta Kerja yang sangat ditolak mayoritas buruh di Indonesia.

PSBB-Cybernewsnasional.com
Anggota KSPSI Kota Tangerang

” Padahal rencana May Day tahun ini kami akan turun maximal dan habis-habisan untuk menolak Omnibuslaw Cipta Kerja, ke Istana dan DPR RI, tapi karena ada PSBB ya…kami akan menunggu kepastian dari pimpinan pusat,” tegas Hendi.

Ada sejumlah agenda tuntutan yang disuarakan para buruh asal Tangerang pada momentum May Day tahun ini. Tuntutannya utama nya adalah Stop pembahasan Omnibuslaw Ceker, dan mari fokus ke pencegahan Covid-19, tapi karena ada PSBB, ya apa mau dikata terpaksa kita harus memikirkan berjuang dengan cara lain, pungkasnya.

Ditempat yang sama, Cuple salah satu anggota militan SPSI terlihat sedih melihat kondisi sekarang, disaat perjuangan buruh lagi Semangat-semangatnya, tiba-tiba ada musibah Virus Corona Covid-19.

“Pokoknya kita berharap ada itikad baik dari Pemerintah dan DPR RI, kami buruh sudah mengikuti aturan pemerintah dengan melaksanakan PSBB, ya sekarang tinggal mereka mengikuti kemauan rakytanya, khususnya buruh, supaya segera menghentikan pembahasan RUU Omnibuslaw Ceker, sekarang juga,” tegas Cuple.

(Angga).

Tinggalkan Balasan