Masyarakat Awam E – Catalogue Pengadaan Barang Program Pemkab Rawan Dikorupsi


Bekasi, MCNN .Com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BLPBJ) mulai melakukan e-katalog versi 5.0.

E-Catalogue atau katalog elektronik merupakan sistem informasi elektronik yang memuat daftar, jenis, spesifikasi teknis, dan harga barang atau jasa tertentu dari berbagai penyedia barang atau jasa pemerintah.

Sayang program ini justru dirasakan semakin mempersulit proses pengawasan terhadap tiap anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah mau pun pusat .

Ketika dimintai tanggapanya mengenai E – Catalogue Kepala Bagian penyediaan barang dan jasa Beni Saputra mengatakan bahwa masyarakat bisa mencoba mengakses laman ecatalog.go.id sedangkan untuk melihat transaksi, harus memakai akun PPK.

” Masyarakat bisa mengakses laman e – catalogue sedangkan untuk melihat tiap transaksi harus memakai akun PPK, ” katanya ( 13/12/2020).

” Masyarakat juga bisa melihat aplikasi SIRUP LKPP, semua paket ada disana. Kewenangan kami hanya sebagai admin lokal saja yang kewenangannya juga terbatas, pengelolaan aplikasi e catalogie ini msh terpusat di LKPP, termasuk servernya” ungkap Beni (13/12/2020).

Adanya rumor mengenai proses tender pengadaan barang yang tidak transparan, yang sulit di kontrol oleh masyarakat, Beni pun menjawab bahwa rumor itu memang banyak beredar dan dirinya banyak mendengar masalah tersebut.

Hasil liputan wartawan MCNN .Com perihal seberapa tahu masyarakat mengenai aplikasi e – catalogue dan kegunaanya dapat disimpulkan banyak masyarakat yang kurang paham.

” e – Catalogue saya engga paham, yang kami paham adalah banyak sekali anggaran yang seharusnya dikeluarkan buat masyarakat terutama
untuk pembuatan

dan prasarana yamg kadang tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan dan kalau susah diawasi ya kemungkinan rawan dikorupsi, ” jelas seorang warga Kedung Waringin.

Hal sama dikatakan Hendro ketua RW di desa Waringinjaya, ” Contoh kecil pembangunan jalan di perumahan TPI Kedung Waringin yang sangat janggal tidak ada papan proyek bagaimana kami bisa melakukan pengontrolan, ” jelasnya ( 13/12/2020).* ( Apen)

 

 457 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan