Malu Punya Anak Haram, Ibu Kandung Bunuh Bayinya Sendiri

KOTA TANGERANG, Cybernewsnasional.com — Sungguh kejam, malu punya anak haram hasil hubungan gelap. Seorang ibu kandung berinisial “EMD” (25 thn) membunuh bayinya sendiri berjenis kelamin laki-laki yang baru saja dilahirkan di kamar mandi dengan cara dianiaya hingga meninggal dunia.

Mayat bayi laki-laki naas tersebut ditemukan di tempat pembuangan sampah (TPS) Kampung Gembor, RT 04 RW 01, Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk,
Kota Tangerang, pada hari Selasa 2 Maret 2021 Sekira Jam 20.30 Wib.

Pelaku ditangkap di rumah kontrakannya wilayah Kecamatan Jatiuwung oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota bersama Tim Unit Reskrim Polsek Jatiuwung.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Deonijiu De Fatima saat menggelar Konferensi Pers di Lobi Mapolres, Senin 8 Maret 2021 mengungkapkan, tersangka
melahirkan seorang bayi berjenis kelamin laki-laki tanpa bantuan orang lain di kamar mandi.

Setelah itu lanjutnya, tersangka membunuh bayi tersebut dengan cara menekan bagian dada bayinya sendiri sebanyak dua kali menggunakan tangan kanan. Tak hanya itu, tersangka juga mencekik bagian lehernya menggunakan tangan kanan selama kurang lebih 10 detik.

“Tersangka membungkus bayi tersebut menggunakan kaos warna abu-abu, dimasukan kedalam kantong plastik warna hitam di double menggunakan kantong plastik warna putih, setelah itu
tersangka melemparkan bayi tersebut kedalam tempat pembuangan sampah,” tegasnya.

Kapolres menjelaskan, tersangka nekad membunuh bayinya sendiri yang baru saja dilahirkan lantaran
Ia merasa takut dan panik jika keluarga dan semua orang tahu kalau dirinya hamil dari hasil hubungan gelap.

Atas perbuatanya, tersangka yang telah melakukan kekerasan terhadap anak hingga meninggal dunia dan atau pembunuhan anak berencana,  sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76C Jo Pasal 80 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU RI No. 23 Tahun 2002.

Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 338 KUHP Jo Pasal 342 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 (lima belas tahun) penjara.

Kapolres mengimbau, agar masyarakat khususnya perempuan tidak mudah percaya terhadap orang yang baru dikenal melalui sosial media.

“Terhadap para orang tua saya mengimbau, agar lebih memberikan pengawasan dan perhatian kepada anaknya,” tandasnya.

(Asep)

 345 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan