LIMA TAHUN KP2C DARI SISTEM PERINGATAN DINI HINGGA KOMUNITAS PEDULI SUNGAI BERSIH

JAKARTA, MCNN.COM – Genap berusia lima tahun, Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) menyatakan diri siap membuka kerjasama dengan berbagai pihak, guna mempertajam program kemanusiaan dan penyelamatan lingkungan hidup.

Sebagai komunitas yang berkonsentrasi pada kegiatan sistem peringatan dini dan tatakelola lingkungan yang berkesinambungan, sejak 2016 lalu ribuan masyarakat yang menghuni bantaran sungai Cileungsi, Cikeas dan Kali Bekasi telah merasakan manfaat kehadiran komunitas ini.

“Keselamatan nyawa dan harta benda kami sangat terbantu oleh sistem informasi dini yang dikembangkan KP2C,” ujar banyak warga yang bermukim di bantaran ketiga sungai tersebut.

“Berdasarkan informasi yang kami terima secara real time itu, kami sudah waspada, berbenah dan menyelamatkan diri enam jam sebelum banjir tiba di perumahan kami,” ujar Budi, warga Pondok Gede Permai, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Tak terhitung berapa miliar rupiah barang-barang yang dapat diselamatkan oleh warga dari terjangan banjir dengan adanya peringatan dini TMA di hulu dari KP2C.

Informasi TMA itu diterima warga minimal di pagi dan sore hari ketika cuaca kondusif. Namun bisa menjadi setiap 15 menit manakala hujan meninggi dan TMA hulu sungai naik drastis.

Akurasi info yang disampaikan KP2C sangat valid dan digunakan juga oleh instansi terkait. Pasalnya, ada lima CCTV yang ditempatkan di lima titik pantau di hulu sungai. Yakni, jalur Cileungsi berada di Cibongas dan Tlajung Udik; jalur Cikeas di Cibinong dan Nagrak; dan jalur Kali Bekasi berada di Pertemuan Cileungsi-Cikeas (P2C), Vila Nusa Indah 1, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor.

Kelima titik pantau ini dijaga oleh petugas yang secara manual ikut melaporkan TMA dan kondisi cuaca di lapangan. “Bila CCTV bermasalah, peran petugas pantau kami aktifkan,” ujar Ketua KP2C, Puarman.

Info TMA diterima sepanjang 360 hari secara langsung oleh sedikitnya 19.300 warga di lebih dari 30 perumahan melalui 20 WAG, 1 Telegram, Twitter, FB, IG hingga website.

Setelah dinilai banyak pihak sukses mengelola sistem peringatan dini, mulai 2021 KP2C akan melebarkan sayap kegiatannya. Tekad ini disepakati 16 Pengurus KP2C tepat di aniversary KP2C yang jatuh hari ini, 5 Maret 2021.

“Kami akan lebih berperan aktif menjaga tatakelola lingkungan yang berkesinambungan. Seperti
menjaga agar sungai tetap bersih dari limbah domestik dan rumah tangga, serta gerakan penghijauan. Tentu dengan juga tetap berkonsentrasi meningkatkan kualitas pelayanan Info TMA,” lanjut Puarman.

KP2C juga mendukung program penģendalian banjir yang telah lama diperjuangkan. Program itu kemudian dituangkan dalam bentuk empat rekomendasi. Rekomendasi ini pada 2018 dikirim kepada Presiden Joko Widodo dan pejabat terkait.

Menurut Puarman, kemitraan dengan berbagai pihak akan lebih dikembangkan KP2C mulai 2021. “Kemitraan dengan instansi pemerintah dan swasta menjadi instrumen strategis agar program KP2C tetap berjalan berkesinambungan,” tutur Puarman.

KP2C digagas dan didirikan oleh lima orang pada 5 Maret 2016. Lima pendiri itu dimotori oleh Bambang Sukaton (alm). Empat pendiri lainnya adalah Puarman, Verry Hendrawan, Ganjar Purwanto (alm), dan Partomo.* ( Apen)

 162 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan