Kuta Karang, Desa Terpencil di Pandeglang Banten Butuh Perhatian Pemerintah

Kondisi Infrastruktur jalan menuju Desa Kuta Karang seusai hujan.

KABUPATEN PANDEGLANG, Cybernewsnasional.com — Kuta Karang sebuah desa penghasil pertanian, yang letaknya di Kecamatan Cibitung, di sebelah Selatan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten butuh perhatian dari pemerintah.

Infrastruktur untuk mengangkut hasil kekayaan alam berupa beras merah, Sayur mayur dan rempah-rempah yang dihasilkan dari desa tersebut masih belum terbantu pembangunan jalannya dari pihak pemerintah.

Terutama program Presiden Jokowi yang sudah menganggarkan untuk pembangunan desa-desa terpencil.

Kuta Karang adalah sebuah desa terpencil di Kabupaten Pandeglang yang hingga Februari 2021 ini dihuni sekira 80 Kartu Keluarga, memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa. Pesona Wisata dari keindahan pantai pasir putih dengan hamparan laut Samudera Hindia, serta perkebunan.

Warga Desa Kuta Karang saat ditemui oleh Tim News Hunter.

Saat dijumpai tim News Hunter (satu kelompok wartawan pemburu berita) dari Kota Tangerang yang gemar berpetualang, masyarakat mengatakan mereka sangat membutuhkan pembangunan jalan yang hingga kini sangat memprihatinkan.

“Karena di Kuta Karang ini tidak ada sama sekali sekolah, puskesmas, dan warga juga kalau mau anaknya sekolah dan warga yang mau berobat harus nyeberang muara dan jalan sejauh enam kilometer lebih ke Binuangeun,” Kata Among Desa Kuta Karang Minggu (7/2/2021) pada tim NewsHunter.

Oleh karena itu, warga Kutakarang berharap agar desanya menjadi prioritas perhatian dari pemerintah, untuk kemajuan generasi desa Kutakarang kedepannya.

“Kami kalau menjual hasil tani, contohnya pisang, satu tandan dari sini dijual 10 ribu, bawa ke pasar Binuangeun, naik ojeknya 100 ribu, untung darimana, mending dimakanin aja,” lanjut Among Desa Kuta Karang.

Senada dikatakan Roni, seorang pencari ikan saat dijumpai di Pantai Kuta Karang, mengatakan dirinya terpaksa mencari ikan di laut dengan berjalan kaki sekitar satu jam melalui pesisir pantai dari rumahnya yang berada di atas hutan Kuta Karang.

“Ya, memang jalannya hancur kalau lewat desa, kalau mau nyari ikan ya setiap hari lewat sini aja (tepi pantai). Satu jam an lah dari rumah,” kata Roni.

Kondisi infrastruktur jalan menuju Desa Kuta Karang saat kering tidak ditimpa hujan. 

Bukan hanya dari infrastruktur yang rusak parah, Fasilitas pendidikan sampai kesehatan di desa terpencil itu pun sangat miris sekali. Sebab, desa yang dihuni dari 80 Kepala Keluarga tersebut amat sangat sulit merasakan indahnya belajar, serta program imunisasi bagi anak-anak mereka.

“Disini memang gak ada puskesmas, kalau mau lahiran ya paling sama parazi (dukun beranak). Kalau sesar ya paling meski ke Pandeglang, gak tau bisa slamet apa enggak. Kalau sakit ya paling disini aja minta obat ke paranormal, kalau parah banget ya harus di bawa ke Pandeglang, itu juga gak tau bisa ketolong apa enggak,” lanjut wanita yang akrab disapa teteh.

Warga Kuta Karang pun berharap, dari sekian banyaknya persoalan yang ada di dalam desa tersebut, pokok utama ialah sarana jalan yang memang sangat butuh perbaikan.

“Saya jadi masyarakat ingin merasakan merdeka, memang merdeka mah merdeka tapi dari hasil kemerdekaan itu kita belum merasakan sama sekali. Mau saya mah jalan dari Kecamatan Cibaliung sampe sini (Kuta Karang) dibenerin, kalau jalan bener mah insya allah nyari rezeki juga lancar,” tambah Abah, salah satu tokoh adat di Desa Kuta Karang.
(UPS)

 

 284 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan