Korban Tenggelam Kali Sabi Ditemukan Tak Bernyawa

Korban Tenggelam

TANGERANG, MCNN – Remaja yang tenggelam di Kali Sabi, Perumahan Taman Cibodas, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang akhirnya ditemukan sekitar pukul 13.53 WIB, dalam kondisi tak bernyawa, Kamis (15/4/2020).

Pasalnya, M Ilham Syarif (17), yang ditemukan dalam radius tak jauh dari lokasi kejadian, diketahui saat itu tengah bermain dan terbawa arus kaki saat hujan deras, dan langsung dievakuasi menuju rumah duka.

Menurut keterangan Bhabinsa Kelurahan Sangiang Jaya, Suwarji membenarkan, korban di temukan di kalisabi tepatnya dekat sumur eyang wilayah RW. 11, satu hari kemudian setelah kejadian.

“Semua berkat tim gabungan personel yang terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Polsek Jatiuwung, Damkar Kota Tangerang, BPBD Kota Tangerang, Koramil Jatiuwung, PMI Kota Tangerang, Tagana Kota Tangerang, Oi Crisis Centre, SAR MTA, pemerintahan setempat dan masyarakat,” jelasnya.

Terpisah Lurah Sangiang Jaya Dwiana L Nugraha, saat ditemui usai pemakaman korban tenggelam menjelaskan, beberapa saksi mata mengatakan jika korban murni kecelakaan, dan turut prihatin atas kejadian yang menimpa salahsatu warganya.

“Betul, menurut keterangan saksi kemaren ada salah satu warganya terpeleset dan terbawa arus kali saat sedang kencang karena ujan deras,” jelasnya.

Pemakaman Korban Tenggelam Kali Sabi

Dari peristiwa kejadian hari itu, memang tim pencarian korban belum juga menemukan sampai dengan malam hari, dan dilanjutkan ke esokan harinya.

“Karena memang waktu sudah malam dan sesuai kesepakan keluarga pencarian kembali di lakukan hari ini. Alhamdulillah berkat bantuan dari tim gabungan pencarian, korban sudah di temukan,” terang Dwiana L Nugraha.

Atas kejadian itu, pihaknya juga menghimbau, dengan kondisi situasi pandemi covid-19 sekarang ini pemerintah pusat maupun daerah sudah sering kali menghimbau, dalam rangka memutus mata rantai covid-19 untuk tetap di rumah dan melakukan pekerjaan di rumah dan untuk pelajar melaksanakan kegiatan belajar di rumah masing-masing.

Dirinya mengakui dalam pelaksanaan himbauan dari pemerintah masih saja ada oknum masyarakat yang tidak menghiraukan himbauan pemerintah.

“Masih ada saja oknum warganya yang pada saat jam sekolah masih bermain di luar,” ungkap Dwiana L Nugraha.

Dengan kejadian tersebut dirinya sangat mengharapkan kepada warganya untuk sama-sama di siplin mematuhi himbauan pemerintah dalam upaya memutus mata rantai virus covid-19.

“Tolong patuhi himbauan pemerintah, untuk menanggulangi hal- hal yang tidak di inginkan,” pungkasnya. (Angga)

Tinggalkan Balasan