Komisi IV Akan Kupas Di P2 APBD Masalah Toilet Mini Dengan Anggaran Besar Di Bekasi

Bekasi, MCNN.Com – Pemerintah Kabupaten Bekasi mengucurkan anggaran sebesar Rp 98 Milyar untuk pembangunan toilet di hampir seluruh sekolah dikabupaten Bekasi. Hal ini dikerjakan dalam rangka menyambut proses pembelajaraan tatap muka yang direncanakan akan dilaksanakan bulan Januari 2021.

Ketika wartawan MCNN.Com mendatangi bangunan toilet di salah satu Sekolah Dasar di Mangunjaya Tambun Bekasi, memang toilet yang dibangun dengan jumlah nominal yang fantastis ukuranya hanya seluas sekitar 5×5 meter.

Bangunan fisik sudah tampak terlihat dengan ukuran yang tidak terlalu luas. Beberapa pekerja sudah tidak lagi melakukan aktifitas.

Pembangunan WC seharga Rp 196,8 juta ini sekilas tidak memiliki keistimewaan. Fasilitas yang sudah terlihat dipasang pekerja proyek di antaranya kloset jongkok sebanyak dua unit, dan juga fasilitas seperti keran wudhu, wastafel untuk cuci tangan dan kloset untuk buang air kecil pria.

Ketika wartawan MCNN.Com menanyakan estimasi biaya, pekerja proyek enggan menyebutkan lantaran hal itu menjadi wewenang pelaksana proyek. Hal serupa sama dengan pihak sekolah, tak seorang pun yang dapat memberikan keterangan.

Sementara itu Fatma Hanum anggota DPRD FPKS ketika dihubungi melalui telepon mengatakan bahwa hal itu diketahui ( pembangunan toilet -red) kerikan komisi IV mendatangi salah satu Sekolah di Kabupaten Bekasi.

” memang pembangunan itu dilaksanakan sebagai persiapan masuk sekolah setelah pandemi dan kita baru tahu bentuk dan luasnya seperti itu dan masalah penggunaan anggaran pembangunan toilet itu kewenangan dinas terkait dan hal ini akan kita bahas pada P2 APBD, ” jelas Hanum ( 12/12/2020).

Dikutip dari Wartakotalive, Pemkab Bekasi di 2020 membangun sebanyak 488 WC sebagai bentuk program menuju Kabupaten Sehat 2021.

Kepala Bidang Bangunan Negara Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi, Benny Sugiarto Prawiro menjelaskan, pembangunan 488 toilet tersebar di setiap sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama di 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi.

Beliau menambahkan, total anggaran yang dihabiskan mencapai Rp 98 miliar melalui APBD perubahan 2020. * (Apen – Ali)

 492 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan