KH. Edi Junaedi Nawawi Tutup Usia, DPRD Kota Tangerang Turut Berduka

KH. Edi Junaedi Nawawi semasa hidup, saat diwawancarai usai acara Milad Yayasan Al Husna di GOR A. Dimyati beberapa waktu lalu. (Foto Supriyadi Ups)

KOTA TANGERANG, Cybernewsnasional.com — Seorang ulama besar dan sepuh KH. Edi Junaedi tutup usia, saat menjabat sebagai Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang. Rabu (15/9/2021).

Atas meninggalnya Kyai sepuh di Kota Tangerang, Pimpinan DPRD Kota Tangerang menyampaikan duka cita, turut berbelasungkawa atas kepergian almarhum.

Ketua DPRD Gatot Wibowo mengaku sangat kehilangan sosok almarhum Kyai Edi, seorang ulama besar di Kota Tangerang.

“Pimpinan dan segenap anggota DPRD Kota Tangerang, turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya guru kita, orang tua kita, panutan kita, Kyai Edi Junaedi,” ujar Bowo kepada Media seusai mensholatkan jenazah alm. Kyai Edi, di Masjid Al-Azhom, Rabu (15/09) sore.

“Semoga beliau diampuni segala dosa-dosanya. Dilapangkan kuburnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” sambung dia.

Kyai Edi juga adalah tokoh dan panutan bagi masyarakat Kota Tangerang, menurut Bowo.

“Kami banyak belajar dari beliau dimasa hidup. Tentang cara kesederhaan hidup, tentang cara memikirkan ummat,” ucap politisi PDI Perjuangan ini.

“Tentu kita semua sangat kehilangan. Dan beliau juga seoarang figur yang mampu mensinergikan antara ulama dan umaro, ditangan beliau hubungan komunikasi berjalan dengan baik,” tutur Bowo.

Sementara Wakil Ketua DPRD Turidi Susanto, juga mengaku sangat kehilangan, aset dan kebanggaan masyarakat Kota Tangerang, Kyai Edi Junaedi.

“Kita dari Fraksi Gerindra turut berbelasungkawa. Beliau ini kan aset Kota Tangerang sebenarnya, kita cukup kehilangan sekali ulama besar ini,” ujarnya.

KH. Edi Junaedi Nawawi semasa hidup, saat menghadiri Milad Yayasan Pendidikan Al Husna didampingi Pimpinan DPRD Kota Tangerang dari fraksi Gerindra Periode 2014-2019. (Foto Supriyadi Ups)

Dimata Turidi, kyai Edi yang kharismatik ini juga sesekali lucu dan suka becanda ketika sedang menyampaikan dakwah-dakwahnya.

“Narasi-narasi dakwahnya pun menyejukkan. Dan banyak sekali guyon-guyon beliau yang mengena, mengajari kita untuk bersifat Akhlakul Karimah. Saya kira ini luar biasa,” kata dia.

“Kita semua kehilangan bukan hanya keluarga. Kyai Edi Junaedi adalah milik masyarakat Kota Tangerang ini adalah aset besar,” pungkas Turidi.

(Ups)

 178 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.