Ketua TKSK Kecamatan Pebayuran Tanggapi Kisruh Program BPNT

MCNN, Bekasi – Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan ( TKSK ) mengeluhkan dengan penggelontoran Program Bantuan Pangan Non Tunai( BPNT), yang digulirkan oleh Kementrian Sosial jadi pertanyaan besar bagi warga Pebayuran Bekasi.

Program BPNT dari kementrian Sosial berupa penyediaan pangan seperti beras, telur, dan kacang hijau sering diprotes masyarakat dikarenakan buruknya kualitas pangan.

Warga kampung Kedung Lotong Bekasi menyebutkan bahwa beras yang didapatkan dari program BPNT kualitasnya sangat rendah.

“Beras ini cocoknya untuk nasi goreng, gak cocok buat ditanak,” ungkap, Ratim.

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Aep, mengatakan bahwa tugas kami (TKSK) hanya memantau dan melaporkan kegiatan pendistribusian beras kepada masyarakat.

” Tugas kami (TKSK-red) hanya mengontrol pendistribusian beras dari Bulog ke distributor dan penerima program BNPT,” ucapnya, Selasa ( 10/03/2020).

Warga Pebayuran mengatakan, bahwa memang benar dulu ada klaim dan ditindaklanjuti oleh TKSK waktu belum ada kerja sama dengan Bulog. “Tapi sekarang sejak kerja sama dengan Bulog tidak ada pengawasan, masyarakat beli beras bukan gratis dan ini program pemerintah jangan main – main,” kata, seorang warga (mister x).

Hingga berita ini diterbitkan Kasudin Sosial Kabupaten Bekasi Abdillah Majid belum bisa dikonfirmasi.

( Apen Sodikin)

Tinggalkan Balasan