Ketua F-PAN Tanggamus Sesali Paket BPNT Cukuh Balak Carut Marut

Ketua Fraksi PAN DPRD Tanggamus Iflah Haza

TANGGAMUS, MCNN – Pembagian Bantuan Dari Pemerintah Pusat yang berupa Bantuan Pangan Non Tunai Dan (BPNT) Yang seharusnya digunakan untuk mensejahterakan Masyarakat juga bisa menghidupkan ekonomi pekon, nyatanya di Kecamatan Cukuh Balak hanya dimanfaatkan segelintir oknum pihak untuk memperkaya diri.

” Carut marut nya Bantuan Pangan Non Tunai ini dilihat dari bentuk sasarannya, hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu saja, kenapa dikatakan begitu memang yang menjadi tujuan untuk menghidupkan roda ekonomi masyarakat  dan mensejahterakan Pekon, tetapi nyatanya dilapangan tidaklah sesuai,”kata Anggota DPRD F-PAN Iflah Haza. Minggu (01/08/2021).

Lanjut Ketua Fraksi PAN DPRD Tanggamus Iflah Haza menjelaskan, selain bantuan yang ada tidak sesuai ketentuan dan nominal yang sudah ditetapkan pemerintah.

Nominal yang digelontorkan pemerintah pusat untuk BPNT dengan Besaran Rp.200.000,-/KK, tapi dilapangan kita banyak menemui kejangalan yg diberikan kepada masyarakat, beras hanya 10 kg, kacang ijo hanya 1/2 kg, sayur hanya 1/2kg, buah buahan hanya 5 s/d 8 buah ayam hanya 8 ons, telur hanya 10 butir, disini kita bisa sama sama menghitung,” jelas Ketua F-PAN Iflah Haza.

Iflah Haza juga menegaskan, BPNT di Kecamatan Cukuh Balak yang diketahuinya, bukan saja tak melibatkan pelaku usaha sembako sekitar. Data penerima juga hanya duplikasi dari data PKH.

“Jadi itu penerima bantuan uang PKH juga menerima BPNT, kan seperti itu berantakan / kacau balau kita melihatnya, masyarakat yang memang membutuhkan bantuan  tidak menerima, hanya diam dan merenung”. Tegas Khadin Panji sapaan akrabnya.

“Di sini di Kecamatan Cukuh Balak kurang lebih Masyarakat yang mendapatkan bantuan tersebut kisaran 1000 penerima, kalau kita hitung yang diterima masyarakat Itu kita kecilkan Rp.150.000/KK, diduga keuntungan Oknum Tersebut dari Per KK nya Rp.50.000 itu dikali  Se-Kabupaten Tanggamus yang mendapatkan BPNT ± 5000 penerima,” tutur Ketua F-Pan Tanggamus.

Juga diketahui, bansos sembako di Pekon yang ada di Kecamatan Cukuh Balak berisi beras 10 Kg, buah buah an bervariasi seperti jeruk/salak 5 butir,  telur 10 butir, dan ayam 8 ons.

” Semuanya tidak ada yang dibeli dari daerah atau warung warga lokal, padahal banyak sayur seperti yang berjualan menggunakan roda 4 atau roda 2 yang setiap hari keliling, dan ada pabrik beras di sekitar Kecamatan Cukuh Balak wabil khusus Makhga Pertiwi,” terangnya.

Total bantuan kalau dihitung berbasis rupiah, per KK tak lebih dari Rp.150 ribu. Sementara itu, nilai Bansos BPNT sendiri, diputuskan pemerintah melalui Kementerian Sosial sebesar Rp.200 ribu.

Tumpang tindih data PKH yang diakui Menteri Sosial, ternyata justru dengan bebas dipraktekkan di daerah-daerah, khususnya di Kecamatan Cukuh Balak.

Iflah Juga mengajak seluruh elemen lapisan masyarakat untuk menyuarakan Ini mengawasi yang dikuasi oleh oknum yang berkepentinga sehingga edukasi untuk menghidupkan usaha bisnis di pekon atau kecamatan hanya dikuasai pihak pihak tertentu, maka dari itu saya mengajak kawan kawan yg terkait untuk lebih memperhatikan dan mengawasi.

Senada disampaikan salah satu Penerima  yang enggan disebutkan namanya. ” Memang benar itu Pak, karena kami terima itu dan kami hitung tidak kurang paling minim Itu kisaran 150.000,- kami terima dari beras 10 kg, Telor 10 butir, kacang hijau1/2 kg, dan ayam dengan timbangan 8 Ons.”Terangnya. (Rizal).

 1,046 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.