Ketua DPRD Kab. Sukabumi Imbau Masyarakat Harus Hati-hati Gunakan Medsos

Sukabumi. MCNN – Sebut Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Yudha Sukmagara, saat ini masyarakat harus lebih waspada terkait dengan penggunaan akun media sosial seperti  Facebook, Twitter, Instagram dan lainnya.

” Hal itu kata Yudha disebabkan ada beberapa celah sistem pengaturan penggunaan dari fasilitas medsos tersebut yang bisa menjadi celah cloning atau peniruan akun pribadi di medsos oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan digunakan untuk kepentingan yang melanggar hukum,” katanya.

Terang Yudha meskipun fasilitas pengaturan tersebut berfungsi sebagai alat verifikasi untuk masuk ke akun apabila pemilik akun lupa password dan sejenisnya, namun acap kali menjadi celah bagi pelaku cloning untuk bisa masuk dan bahkan merebut akun tersebut.

” Seperti yang saat ini terjadi, Akun Facebook milik saya menjadi sasaran pemalsuan akun di Facebook dan  mengatasnamakan Yudha Sukmagara, setelah itu kata yudha meminta pertemanan kepada beberapa orang, dan juga meminta mengirimkan nomor Whatsapp kemudian meminta kode verifikasi 6 digit Whatsapp. Alasannya akun tersebut meminta kode verifikasi adalah untuk memulihkan nomor Whatsapp pemilik akun yang mengatasnamakan saya,” jelas Yudha kepada wartawan MCNN. Jum’at (5/2).

Dengan demikian Yudha Sukmagara menegaskan, bahwa akun FB miliknya yaitu Kang Yudha Sukmagara saat-saat ini tak pernah meminta pertemanan kepada siapapun apalagi mengirimkan messenger meminta nomor Whatsapp ataupun meminta kode verifikasi. Atas kejadian ini Yudha meminta masyarakat waspada apabila ada akun yang mengatasnamakan dirinya.

“Saya sudah sangat bosan dihack terus dan sudah berkali-kali bikin laporan ke Facebook untuk ditutup. Saya menghimbau kepada sahabat-sahabat FB, kepada kawan-kawan media sosial untuk tidak langsung percaya, karena saya pastikan tidak pernah melakukan hal-hal seperti itu, segera informasikan kalau ada lagi,” tegas Yudha.

Dia juga mengungkapkan, akun Facebooknya ini sudah lebih dari sepuluh kali di hack dan ada yang mengatasnamakan. “Saya bingung ini kejadian lebih dari sepuluh kalinya kenapa saya terus yang di hack, itulah konsekuensi informasi teknologi perlu ada proteksi-proteksi khusus, saya mengutuk keras kepada oknum-oknum tersebut.

” Hal ini sudah saya laporkan kepada pihak kepolisian dan sudah berkali-kali melaporkan ke petugas yang berwajib tetapi sudah bosan saya laporkan segala macam hasilnya tidak terlalu memuaskan. Yang penting masyarakat tidak usah percaya gak mungkin saya melakukan hal seperti itu,” tandasnya. (Achmad Zazuli).

 190 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan