Kelanjutan Viral Pencemaran Sungai Cisadane Berubah Merah, DLH Tunggu Hasil Uji Lab

Kondisi Sungai Cisadane berubah merah, tercemar limbah dari tempat usaha yang berada di sungai Cisadane. (tangkapan layar video)

KOTA TANGERANG SELATAN, Cybernewsnasional.com — Lanjutan kasus viral kondisi sungai Cisadane yang berubah merah, diduga dicemari limbah dari tempat usaha yang berada tak jauh dari sungai.

Video tersebut direkam oleh salah seorang yang diduga sedang memancing, dalam keterangan video yang diunggah pada Sabtu (02/10/2021), lokasi tersebut berada dekat dengan Jembatan Rel Kereta yang menghubungkan Stasiun Cisauk dengan Stasiun Serpong Tangerang Selatan (Tangsel).

Pihak pemerintah Kota Tangerang Selatan pun membentuk tim Gabungan bersama pihak Polres Kota Tangerang Selatan bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Lingkungan.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel, Budi mengatakan tempat usaha yang mencemari sungai tersebut kini tutup.

“Kegiatannya sudah ditutup sama pemiliknya, Untuk sanksi masih dikaji karena tempat usahanya juga tidak punya ijin berupa UKL, UPL dari DLH,” katanya. Senin (11/10/2021).

Kondisi Sungai Cisadane berubah merah tercemar limbah pembuangan dari tempat usaha yang berlokasi di dekat sungai Cisadane. (Tangkapan Layar Video)

Diketahui, usai Viral terkait pencemaran tersebut pihak pemerintah Kota Tangerang Selatan sigap turun ke Lokasi.

Selanjutnya pihak DLH mengambil sampel air sungai yang diduga tercemar, Minggu (3/10/2021), namun menurut Budi hingga hari ini hasil uji laboratorium belum keluar dari dua Laboratorium yang berbeda.

Baca Juga: Berubah Merah, DLH Tangsel Ambil Sampel Air Dugaan Pencemaran Sungai Cisadane

Sebagai perbandingan tes sampel air sungai di lakukan di dua laboratorium, satu di Upt laboratorium lingkungan milik DLH Kota Tangerang Selatan dan di laboratorium lain milik swasta.

“Untuk hasil uji laboratoriumnya belum keluar, Saya juga masih nunggu, untuk tempat tes di laboratorium di luar DLH kalo ga salah lab Medio, yang tahu staf saya.” Paparnya.

Saat dipastikan apakah laboratorium yang dimaksud itu milik PT. Laboratorium Medio Pratama yang berlokasi di Medang Kecamatan Pagedangan, Budi belum bisa memastikan.

“Saya belum tahu pasti, kebetulan lagi di luar kantor,” tutupnya, saat dihubungi melalui sambungan telepon.

(Indra/Ups)

 472 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.