Omset Sepi Dampak Pandemi, Pengusaha Toko Buku Akhiri Hidup Ceburkan Diri ke Sungai

Anggota Kepolisian meminta keterangan saksi di TKP Pengusaha Toko Buku yang menceburkan diri ke sungai (Foto Supriyadi UPS).

KOTA TANGERANG, Cybernewsnasional.com — Warga sekitar Babakan Kota Tangerang kembali digegerkan dengan kejadian bunuh diri dengan menceburkan diri ke sungai Cisadane dari jembatan Merah yang menghubungkan kecamatan Tangerang dengan Karawaci, Rabu (21/7/2021) pagi.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu seorang pemuda warga Batu Ceper menceburkan diri ke sungai Cisadane dengan lokasi yang sama, yaitu di jembatan merah berlafadz Allah di gerbang yang membentuk huruf A tersebut.

Baca Juga : Orang Lompat di Cisadane

Dengan kejadian yang serupa, kedua orang tersebut meninggalkan kendaraan bermotornya di atas jembatan merah tersebut sebelum menceburkan diri ke sungai.

Hanya waktu kejadian berbeda selang waktu tak sampai sebulan, Pemuda berinisial IH (29) warga Batu Ceper melompat pada malam hari dan kini ada warga melompat pada pagi hari sekitar pukul 07:00 wib.

Setelah menerima laporan, dengan sigap Polisi lalu lintas yang mendatangi lokasi kejadian mengecek nomor polisi plat motor yang ditinggal dalam keadaaan terkunci stang.

“Berdasar nomor plat, alamatnya di Victoria Park Karawaci, tapi nanti saya akan datangi alamat rumah ini untuk memastikan kebenarannya,” Ujar Taufik Ahmad salah satu polisi di lokasi, seraya menunjukkan identitas motor di ponselnya.

Petugas polisi meminta keterangan dan identitas saksi di TKP Pengusaha Toko Buku melompat ke Sungai Cisadane.

Diketahui identitas pria tersebut berinisial MD (59), dan setelah didatangi ke rumah ternyata benar motor yang ditinggal adalah milik MD sesuai dengan alamatnya.

Selanjutnya pencarian pun dilakukan oleh tim gabungan BPBD Kota Tangerang dengan tim Basarnas bersama relawan lain seperti Tagana.

Setelah dilakukan upaya pencarian selama dua hari, pada Kamis malam (22/7/2021) malam sekitar pukul 21:00 wib tubuh MD pun ditemukan dalam keadaan tak bernyawa mengambang dalam keadaan tertelungkup di permukaan sungai Cisadane sekitar belakang PERUMDAM TKR.

“Dengan hasil pemantauan visual, alhamdulilah korban ditemukan pukul 21.00 Wib dengan jarak sekitar 500 meter dari TKP,” ujar Erdi Jatmiko, Komandan Tim SAR.

Erdi mengatakan, jasad korban pun telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang. Menurutnya, keluarga korban juga sedang mengurus jasad korban.

Tim SAR gabungan sedang mencari tubuh pengusaha toko buku yang menceburkan diri ke sungai Cisadane.

Saat evakuasi, diketahui MD merupakan paman dari Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PDI Perjuangan, Sugiyanto.

“Polsek mendapat rilis keterangan berdasarkan nomor kendaraannya, kemudian saya dihubungi sebagai saudaranya, kebetulan almarhum ini yang loncat adalah paman saya, adik kandung dari ibu saya,” kata Sugiyanto, pria berkacamata yang merupakan anggota DPRD Provinsi Banten.

Lebih lanjut, Sugiyanto menceritakan semasa hidupnya MD tidak mempunyai masalah, lanjut Sugi, namun pamannya memiliki penyakit sulit tidur.

“Almarhum ini sih gak ada masalah, tapi memang almarhum ini ada penyakit tidak bisa tidur, kalau tekanan yang lain sih dia tidak ada dan tidak pernah cerita hal-hal yang negatif,” jelasnya.

Diduga MD nekat mengakhiri hidupnya, dengan melompat ke sungai Cisadane karena dampak usahanya yang sepi, hingga MD menjadi sulit tidur.

“Almarhum ini usahanya buka toko buku di Pasar Anyar, dan sekolah itu kan sekarang sistemnya online (belajar jarak jauh-red), mungkin karena kondisi seperti ini, semua mengalami berkurangnya omset dari penjualan. Mungkin bisa saja itu menjadi salah satu pemicu dengan kurang bisa tidurnya almarhum,” pungkasnya.

(Ups).

 6,119 kali dilihat,  78 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan