Kapolsek Nyamar Jadi Kenek, Ungkap Dugaan Pungli di Kawasan Industri

Pungli-Cybernewsnasional.com

SERANG, MCNN – Berdasarkan keluhan masyarakat yang berprofesi sebagai sopir truk, Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Jawilan mendalami dugaan oknum yang memalak sopir truk di Kawasan Industri Budi Texindo, Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Jum’at (05/05/2020).

Sebelumnya, Kapolsek Jawilan Iptu Dedi Mirza, menyamar sebagai kenek sopir truk untuk melihat langsung praktik pungutan liar yang biasa terjadi di sepanjang Jalan Kawasan Industri Budi Texindo. Alhasil dari penyamaranya beberapa orang diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kapolsek-Cybernewsnasional.com“Banyak keluhan dari sopir-sopir truk yang bekerja di Kawasan Industri Budi Texindo Jawilan, banyak pungutan liar oleh oknum yang mengatasnamakan organisasi masyarakat tertentu, dari ujung PT Sabas sampe keluar Kawasan bisa menghabiskan biaya 35 – 40 ribu rupiah,” kata Iptu Dedi Mirza.

Iptu Dedi Mirza, menuturkan, dari hasil laporan masyarakat, ternyata dugaan pungli itu benar adanya, selanjutnya Kepolisian Sektor Jawilan menghimbau kepada beberapa oknum ormas yang ada di Kawasan Industri Budi Texindo Jawilan tersebut untuk membongkar poskonya serta mencabut atribut yang ada di sepanjang Kawasan Industri tersebut.

Sebelum dilakukan pembongkaran, pihaknya telah berkomunikasi dengan ketua ormas tersebut yang mendirikan posko di sepanjang Jalan Kawasan Industri Budi Texindo untuk sukarela membongkar poskonya.

“Kita menghimbau ketua ormas untuk membongkar sendiri secara sukarela posko yang mereka dirikan di sepanjang Jalan Kawasan Industri tersebut. Saya yakin dari ormas tersebut tidak mengetahui, karena ini adalah permainan oknum – oknum tertentu yang mengatasnamakan ormas,” jelasnya.

Sementara itu, selaku Ketua DPC Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (TTKDH) Kecamatan Jawilan Mahmud, menegaskan, bahwa pihaknya mendirikan posko bukan untuk memalak supir truk.

“Ada Oknum yang mangatasnamakan ormas kita (TTKDH-red) dengan memalak di depan posko kita, tujuan kita mendirikan posko ini bukan untuk itu, ini posko keamanan, karena saya ada rekanan dengan beberapa perusahaan yang bongkar-muat di wilayah Kawasan Industri tersebut,” katanya.

Dengan didampingi, aparatur desa setempat, Babinsa setempat serta warga masyarakat setempat, Iptu Dedi Mirza bersama anggota menyisir Jalan Kawasan Industri tersebut, ia meminta ormas Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (TTKDH), ormas Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas) dan ormas Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) agar melakukan pembongkaran posko yang mereka dirikan.

Dalam pertemuan tersebut, didapat sebuah nota kesepemahaman bersama, dimana ormas – ormas tersebut menjamin kedepannya Kawasan Budi Texindo bebas dari pungutan liar, dan tidak akan kembali memasang posko disepanjang Jalan Kawasan tersebut, serta mempersilahkan Kepolisian untuk menindak dengan tegas sesuai hukum yang berlaku, jika terdapat oknum anggota ormas tersebut yang melakukan pungutan liar. (Agus).

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan