Kadin PUPR Serta Anggota DPRD FPKS Tanggapi Rusaknya Jalan di Kedungwaringin dan Pebayuran

Bekasi, MCNN.Com – Rusaknya jalan yang berada di depan kecamatan Kedungwaringin dan SMAN 1 Kedungwaringin serta jalan penghubung ke arah kampung Panderesan Pebayuran ditanggapi serius oleh anggota DPRD F PKS Uryan Riana, ST, SH, MH.

Politisi muda asal Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) ini terkenal getol mengadvokasi masalah masyarakat terutama di dapil 5 kabupaten Bekasi.

Ditemui dikantor DPRD Kabupaten Bekasi, Uryan mengatakan bahwa proses pembangunan jalan di depan kecamatan Kedungwaringin sudah pernah dibangun atas masukan kami ( DPRD ) kepada Pemkab Bekasi melalui penganggaran 2019 akan tetapi jalan cepat sekali rusak sebab tidak adanya drainase atau kalaupun ada tidak standar untuk penunjang pembangunan sebuah jalan.

” Jalan tersebut pernah dibangun akan tetapi kualitasnya cepat rusak karena beberapa faktor, salah satunya adalah tidak adanya drainasse ( saluran air ) sehingga pada saat hujan turun , air tidak mengalir pada saluranya dan mengakibatkan jalan menjadi berat akibat curah hujan, apalgi jika dilalui kendaraan besar maka jalan akan mudah rusak” , katanya ( 26/01/2021).

Uryan pun menambahkan ” sebaiknya jalan itu di aspal bukan hanya dibeton sehingga lebih awet di musim apapun dan kami berharap PUPR ketika membangun sebuah jalan ataupun jembatan harus melakukan analisis secara komprehensip jangan asal bangun dan saya akan cek ke lokasi,” tambahnya ( 26/01/2021).

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi ketika dihubungi melalui telepon perihal rusaknya jalan di depan kecamatan Kedungwaringin dan Kampung Panderesan Bantarjaya Pebayuran mengatakan akan meninjau langsung kelokasi.

” Makasih bang saya akan tinjau langsung ke lokasi,” kata Ridwan ( 26/01/2021).

Sebelumnya rusaknya jalan didepan kecamatan Kedungwaringin dan kampung Panderesan sempat viral di media sosial , Pemkab dianggap tidak responsif terhadap pembangunan jalan yang menurut masyarakat berada di area pemerintahan.

” Masa jalan rusak didepan mata ( didepan kecamatan – red) tidak pernah diperbaiki memang engga malu apa sama warga lain,” jelas salah seorang warga.

Hal sama dikatakan tokoh Agama kampung Kedung Lotong, Taupik mengatakan bahwa jalan menuju kampung Panderesan dan Kedung Lotong sudah lama rusak tapi tetap pemkab dan jajaranya tidak merespon.

” Jalan sudah gelap seperti dihutan ditambah rusak dan sudah lama tapi belum ada respon maupun perbaikan, tolong para pejabat berwenang datanglah dan lihat langsung,” jelasnya (26/01/2021).* ( Ali/ Apen)

 

 

 1,068 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan