Kades Pantai Bahagia Keluhkan Penanganan Banjir di Muara Gembong

Bekasi, MCNN.COM– Bencana banjir yang melanda Kabupaten Bekasi sudah bukan menjadi rahasia umum setiap tahunnya di kabupaten Bekasi. Hal itu diduga akibat kurangnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi yang memiliki motto dua kali tamba

Salah satunya di Kecamatan Muaragembong. Dengan jumlah 6 desa di antaranya Desa Jayasakti, Pantai Bahagia, Pantai Bakti, Pantai Harapanjaya, Pantai Mekar dan Pantai Sederhana yang memiliki luas sekitar 15.000 hektar dengan jumlah penduduk 40.000 jiwa se-Kecamatan Muaragembong.

Hal tersebut disampaikan Maman Suryaman Kepala Desa Pantai Bahagia kepada awak media, Senin (14/2/21).

Maman mengatakan, banjir yang kerap terjadi di Kecamatan Muaragembong ini harus segera diatasi. Menurutnya, pembuatan tanggul serta tembok penahan tanah (TPT) dan normalisasi sudah cukup.

Karena lanjutnya, Muaragembong itu daerah pesisir, yang ahannya masih alami penuh dengan resapan. Bahkan tempat pembuangan ainya juga dekat.

“Jadi, kalau Muara gembong itu banjir, kaga pantes,” sindirnya dengan logat Bekasi.

Dia berujar, dari anggaran desa saja yang hanya mampu merealisasi TPT pada tahun 2015 menggunakan bata merah dengan tinggi 70 sentimeter di RT 01/03 Kampung Blukbuk bisa menanggulangi banjir, apalagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dan dinas terkait yang anggarannya sudah ada, kayaknya bisa diatasi.

“Kalau memang Pemkab Bekasi dan dinas terkait serius untuk menanggulangi banjir tahunan khususnya di Muaragembong insya Allah setiap tahun Muaragembong tidak akan kebanjiran lagi. Kalau tidak serius alias kaga open, ya pasti banjir lagi tiap tahunnya,” tandasnya.

Maman berharap, agar Pemkab Bekasi dan dinas terkait bukan hanya meninjau, akan tetapi lebih baik segera mengambil langkah untuk merealisasikannya.

“Saya sudah sering membuat pengajuan, tapi tidak pernah terealisasi,” ungkapnya. ( Ali)

 

 159 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan