Kades di Sukabumi Ngeluh Dana Infrastruktur Hanya 20 Persen

Sukabumi. MCNN – Situasi Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini sangat berimbas kepada pembangunan di berbagai bidang. Pasalnya dana desa hanya 20 persen untuk infrastruktur di beberapa desa yang ada di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

Dengan anggaran 20 persen untuk infrastruktut kepala Desa ( Kades ) Sirnamekar Ajat Sudrajat mengeluh, mengingat Dana Desa harus di fokuskan ulang atau refocusing bahkan dialihkan untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

” Refocusing ini begitu berdampak kepada kegiatan atau program di wilayah Desa. Kepala Desa atau kades sering menghadapi warga yang tak paham dengan situasi seperti itu,” kata Ajat kepada wartawan tanggal 5 maret 2021 di acara pembagian masker.

Disisi lain kades pun ingin melaksanakan pembangunan namun anggaran Dana Desa untuk bidang Infrastruktur nilainya kecil karena dialihkan ke BLT dan penanganan Covid-19.

“Seperti desa kami yang ada di pelosok ini memang dengan adanya Covid-19, terasa dampaknya terhadap pembangunan Infrastruktur yang harus dialihkan ke Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) dan penanganan Covid-19. Terkadang bagi warga yang tidak paham, sering menimbulkan pro kontra, antara dana untuk BLT dan anggaran pembangunan infrastruktur,” keluh Ajat.

Dengan itu ” kami meminta solusi kepada pemerintah agar pembangunan desa yang membutuhkan anggaran itu tetap bisa berjalan dan beriringan dengan penanganan covid-19 yang juga terlaksanakan. Semoga ini ada solusi terbaik dari pemerintah karena kami pun harus membangun desa. Tahun ini hampir 80 persen untuk Covid-19 sisanya 20 persen infrastruktur, ” tambah Ajat.

Terkait dengan pelaksanaan penanganan Covid-19, pemerintah desa bersama pemuda, tokoh masyarakat dan Pemuda Pancasila terus mengingatkan warga untuk tertib protokol kesehatan atau prokes. Diantaranya dengan pembagian masker.

“Kemarin kami bagikan masker sekitar 400 masker dan sebelumnya juga sudah sering bagi- bagi masker, pembagian masker kami lakukan di Posko PPKM, jalan prapatan Kampung Babakansirna.” terangnya.

Adapun sampai hari ini, Ajat menyatakan belum ada kasus warga terpapar virus corona di Desa Sirnamekar.
Sehingga untuk mencegah kasus Covid-19 di Desa Sirnamekar, masyarakat diminta tetap taat prokes.

“Kalo bab pandemi ini, tinggal kesadaran masyarakat dalam menerapkan Prokes. Terutama penggunaan masker saat mereka beraktivitas keluar.” pungkas Ajat.

(Azhari Muhtar).

 458 kali dilihat,  8 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan