ITC Adakan Seminar Untuk Tingkatkan Motivasi Importir 

Sukabumi, MCNN – Tim Internasional Trade Comunity (ITC) mengadakan kegiatan Seminar Imfortir dengan jumlah 50 peserta di Fresh Hotel Sukabumi – Akasia Ballroom Lantai 5 Jl. Bhayangkara No.127, Karamat, Kec. Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (16/02 ). Dalam seminar tersbut semua yang hadir mengikuti Protokol Kesehatan ( Prokes ).

Kata Tim Internasional Trade Comunity (ITC) Miming, seminar ini bertujuan untuk ikut berpartisipasi dalam membangun mental kewirausahaan (enterpreneurship) di masa pandemi Covid -19 ini,” sebutnya.

Oleh karena itu Miming menjelaskan, kesempatan perdagangan global sudah terbuka lebar, hanya masyarakat banyak yang belum mengetahui tentang peluang ini dan belum memahami cara untuk menjadi seorang importir, padahal tidak sulit.

” Sekian tahun bergerak di bidang impor barang dari luar negeri mengispirasi Tim ITC  mengajak masyarakat untuk bermitra, dan menggunakan fasilitas yang sudah dimiliki ITC dalam bidang impor barang dari negara china,” jelas Miming.

Selain itu kata dia, di distrik Yiwu – China, berbagai barang murah bisa kita impor dan bahkan langsung bisa negoisasi dengan pihak produsen, dengan itu kita akan fasilitasi dengan tehnik komunikasi yang otomatis diterjemahkan dari china ke bahasa indonesia dan sebaliknya.

” Sehingga komunikasi dua arah bisa berjalan baik. Hal ini memungkinkan kita untuk negosiasi meskipun kemampuan bahasa kita minim atau bahkan tanpa harus bisa bahasa Cina sekalipun ” terang Miming.

Diacara kegiatan Seminar Imfortir, salah satu peserta mengatakan, dengan diadakanya seminar ini mendongkrak kita untuk menjadi seorang importir.

“Saya sangat terinspirasi sekali apa yang dikatakan oleh pak Miming diacara seminar Importir, dimana kita bisa menjadi seorang importir dengan modal yang tidak besar dan di bekali berbagai pengetahuan dan di bimbing dari awal sampai bisa oleh tim ITC,” ujar Alfons kepada wartawan Cybernewsmsional,com seusai seminar.

Diketahui seminar ini akan dilakukan di beberapa kota lain seperti Bandung, Garut, Jakarta dan kota lainnya.

(Achmad Zazuli/Azhari).

 218 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan