Hak KPM di Bantarjaya Pebayuran Berupa Ayam Potong Masih Belum di Salurkan E Warong

BEKASI, MCNN.COM – Keluaraga Penerima Manfaat ( KPM ) Program Sembako di desa harus gigit jari.

Pasalnya sudah hampir satu bulan komoditi ayam potong yang seharusnya di terima oleh Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) Program Sembako di desa Bantarjaya kecamatan Pebayuran belum juga di terima.

Padahal sebelumnya Kadis Sosial kabupaten Bekasi Endin Samsudin telah melakukan sidak untuk mengecek kebenaran masalah tersebut.

Bukan itu saja Ketua Himbara BNI juga telah memberikan peringatan keras dan tertulis perihal belum di salurkanya komoditi ayam potong dari beberapa E – Warong yang ada di desa Bantarjaya.

Berlarutnya masalah tersebut membuat beberapa warga gerah dan menanyakan langsung perihal ini kepada E Warong.

Warga dan elemen mahasiswa di Bantarjaya meminta pendapat  BPD perihal komoditi daging ayam program sembako yang sampai saat ini belum juga di terima KPM (03/05)

Pada pertemuan di kantor BPD desa Bantarjaya, Tami salah satu E warong mengatakan bahwa suplier untuk ayam potong adalah kepala desa Bantarjaya dan rekanya.

” Saya siap bertanggung jawab atas tidak terkirimnya ayam potong kepada KPM dan memang Supliernya adalah kades dan Haji Jumsah, ‘ katanya ( 03/05/2021).

Tidak sampai di situ, perwakilan beberapa masyarakat dan mahasiswa berusaha menemui pengurus desa dan BPD desa Bantarjaya perihal masalah tersebut.

Faisal perwakilan warga mengatakan bahwa, warga hanya ingin tahu mengapa hak warga yang seharusnya di terima berupa ayam potong sampai saat ini belum di dapatkanya.

” Sebagai warga negara siapapun itu berhak melakukan controlling terhadap program pemerintah yang menggunakan APBD maupun APBN apalagi ini sangat merugikan warga, ” jelas Faisal

Mahasiswa yang aktif di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( GMNI ) ini pun menjelaskan bahwa jangan ada oknum yang mempermainkan hak – hak orang lain apalagi program Sembako adalah program presiden yang di peruntukan untuk kaum miskin.

” Program Sembako adalah program buat saudara kita yang belum beruntung masa masih di permainkan, sudah hampir satu bulan hak mereka tidak di terima apakah kita harus diam dimana nilai sosial kita, ” geramnya.

Sementara itu warga lain Bahri menambahkan ” masyarakat sudah susah malah dibuat susah itu hak warga segera di berikan , jelasnya.

Masalah madeknya penyaluran ayam potong program sembako menjadi perhatian Kadinsos kabupaten Bekasi Endin Samsudin dan langsung melakukan sidak ke beberapa E Warong dan dengan tegas mengatakan bahwa sikapnya tidak main – main dengan masalah tersebut.

Bahkan Ikhsan, ketua Himbara BNI juga langsung memberikan teguran tertulis kepada E Warong.

Menurut keterangan yang dihimpun oleh wartawan MCNN.COM belum di salurkanya ayam potong Program Sembako akibat dari pasokan ayam yang disimpan di rumah kepala desa Bantarjaya mengalami kerusakan yang di sebabkan freeze atau alat pendingin rusak sehingga daging ayam memgeluarkan aroma busuk.

” Kami tolak suplai ayam dari kepala desa sebab tidak layak konsumsi hal ini terjadi sebab freezer nya rusak, ” kata Rohadi pemilik E Warong.

Hal yang paling mencengangkan adalah adanya oknum Badan Permusyawarahan Desa ( BPD ) yang aktif menjadi E – Warong.

” Kalau ada oknum anggota BPD yang seharusnya menjadi DPR nya desa ikut aktif dalam E Warong, lah nanti kalau ada masalah di masyarakat warga mengadu kepada siapa, ” jelas salah seorang anggota BPD Bantarjaya yang enggan di sebutkan namanya.* ( Ali dan team)

 

 

 

 

 450 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan