Habib Ali ajak Masyarakat Merawat dan Menjaga Keutuhan Bangsa

Tangerang, Cyber News Nasional -Anggota MPR/DPD RI Dapil Banten Habib Ali Alwi menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, di hadiri sekitar 100 peserta dari berbagai elemen masyarakat yakni, Instansi pemerintah kecamatan, Kades, Pemuda, Ormas, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Petani, Pelajar dan lainnya. Kegiatan juga menekankan protokol kesehatan dengan menerapkan 5 M.

Habib Ali mengatakan, Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika.

“Ini merupakan salah satu tugas MPR yang tertuang dalam keputusan MPR Nomor 1 Tahun 2019, ” ujarnya Jum’at (5/3/21).

Dalam paparannya Habib Ali menjelaskan, Pancasila merupakan dasar serta landasan sebuah ideologi bagi Bangsa Indonesia.

“Kita harus mengetahui sejarahnya, keberadaannya didalam kehidupan berbangsa, dan Nilai-nilai Pancasila harus dijunjung tinggi oleh segenap Bangsa,” ungkapnya.

Bahwa pancasila, sambung Habib, tercermin dalam Konstitusi negara yang tertuang dalam UUD 1945. UUD 1945 tersebut merupakan hukum dasar yang menjadi sumber dasar dari seluruh peraturan perundang-undangan di Indonesia.

“NKRI merupakan bentuk negara. Indonesia memiliki pulau sekitar 64.000 pulau yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dahulu sebelum merdeka, pulau-pulau tersebut memiliki kedaulatan tersendiri,” terang Habib yang memiliki Puluhan Ribu Simpatisan ini.

Ia menambahkan, Kedaulatan-kedaulatan yang dimiliki oleh masing-masing kerajaan tersebut membuat Ir. Soekarno berupaya untuk mempelopori dan menyatukan negara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Habib menerangkan bahwa perbedaan adalah sebuah kepastian atau kebenaran yang telah ada. Ia mengambil contoh dalam nilai-nilai keagamaan.

“Kebhinekaan itu sudah menjadi keniscayaan kita, Tuhan Yang Maha Esa mengajarkan kepada kita, ambil contoh saja kita sebagai manusia ini tidak ada yang sama identik walaupun dalam satu keluarga, artinya kita sudah diajarkan berbeda-beda tetapi kita utuh berada dalam satu keluarga,” imbuhnya.

Indonesia, kata Habib, memiliki sekitar 1116 suku bangsa dan bahasa di Indonesia, diikat dalam satu Bangsa dan Bahasa Indonesia. Ini merupakan warisan dan kesepakatan nasional bangsa.

“Apabila 4 pilar ini tidak menginternalisasi didalam jiwa warga negara, kita khawatir nanti bangsa menjadi lemah dan rapuh, karena tidak ada nilai-nilai kebangsaan yang hidup didalamnya,” papar Habib yang sudah melakukan tausiyah agama keliling Nusantara ini.

Ia berharap kepada segenap warga negara untuk merawat dan menjaga keutuhan Bangsa Indonesia.

“Tugas kita sebagai warga negara yakni mengambil peran untuk menjaga dan merawat demi keutuhan negara yang kita cintai,” tukasnya.

Sementara itu, pada sesi tanya jawab, Saripudin salah satu peserta mengapresiasi pemaparan yang di sampaikan Habib Ali, Ia mengaku dengan pencerahan yang di sampaikan mudah dimengerti.

“Pemaparannya diulas secara gamblang oleh Habib, saya yang awalnya kurang paham kini menjadi paham dan insya Allah saya akan aplikasikan dalam kehidupan sehari – hari,” tuturnya.(Vidos)

 110 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan