FSPI Turunkan 2.500 Anggotanya, Gelar Aksi Damai Tolak Omnibuslaw

Kota Tangerang, Cybernewsnasional.com – Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPI) yang ikut bergabung dengan Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) menurunkan sekitar 2.500 Anggotanya yang terdiri dari sekitar 500 motor, 12 Bis dan 10 mini bus dalam aksi damai menolak Omnibuslaw Cipta Kerja (C.Ker) menuju Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Banten yang dilaksanakan pada hari Selasa.(03/03/2020).

Sesuai pantauan Media Cybernews nasional.com, mereka mengambil titik kumpul di Mitra 10, Jalan Muhammad Toha, bergabung dengan organisasi buruh lainnya yang tergabung dalam AB3.

Massa Aksi FSPI

H.Sugandi,SH., Sebagai Korlap FSPI, yang bertanggungjawab terhadap aksi masa AB3 di wilayah tengah Kota Tangerang, kepada media mengatakan, bahwa aksi ini aksi damai dan khusus masa FSPI dijamin tidak akan berbuat anarkis yang akan menciderai perjuangan buruh itu sendiri. “Ya Sesuai dengan hasil rapat AB3, kami termasuk wilayah tengah titik kumpulnya disini”, ucap H.Gandi, yang juga Sekjend.DPC FSPI Kota Tangerang.

Ditempat yang sama H.Abu Bakar, S.Pd.SH.MH., sebagai Ketua DPC.FSPI Kota Tangerang, yang didampingi oleh H.Marbun Ketua DPC FSPI Kabupaten Tangerang dan Redi Darmana.SH Ketua DPD FSPI Provinsi Banten. Sebelum memberangkatkan anggotanya, beliau menyampaikan orasi dan pesan-pesan kepada masa aksi.

“Omnibuslaw itu bagiakan sebuah bis yang sopirnya dalam kondisi mabuk sehingga bis tersebut tabrak sana tabrak sini, jadi kita sebagai buruh wajib mengingatkan supaya tidak terjadi kecelakaan, apalagi yang ditabrak adalah Pancasila dan UUD”, paparnya.

H.Gandi Koordinator Aksi dari FSPI

Dan lebih jauh H.Abu menjelaskan dalam pidato orasinya, bahwa Omnibuslaw khususnya cluster Cipta Kerja (C.Ker) tidak ada kepastian kerja
, Karena out sorching dan sistem kerja kontrak snagat fleksibel bahkan cenderung dibebaskan, tidak adanya kepastian pendapatan karena Upah Minimun Kota (UMK) dan Upah Minimun Sektoral (UMSK) dihapus yg berlaku hanya Upah Minimum Provinsi (UMP) dan tidak menutup kemungkinan lagi nantinya tidak ada jaminan sosial bagi buruh.

“Walaupun FSPI bergabung dengan AB3 tapi tolong tetap jaga Marwah FSPI yang selalu Santun dan Cerdas dalam aksi perjuangannya”, pungkasnya.

Sesuai pantauan Media Cybernewsnasioanl.com, Masa aksi bergerak dari mitra 10 jam 10.00 WIB, dan karena banyaknya peserta aksi, sehingga membuat jalan M.Toha macet Total, sehingga karena banyaknya buruh yang turun ke jalan sehingga para buruh tidak bisa mencapai DPRD Banten, karena jam 16.00 WIB mereka baru sampai Perumahan Citra Raya Kabupaten Tangerang.

(Mardhianes).

 48 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan