Enam Tersangka Pemilik Senpi Ilegal Diamankan Mapolres Sukabumi

Sukabumi. MCNN – Polres Sukabumi Jawa barat mengadakan Pers Rilis pengungkapan kasus kepemilikan senjata api atau senpi rakitan ilegal di halaman Mapolres Sukabumi.

Dalam Rilis yang ada, nampak enam orang pemilik senjata api atau senpi rakitan laras panjang tanpa izin dengan peluru tajam yang telah diamankan beberapa waktu yang lalu.

Keenam pemilik senpi rakitan yang ditangkap pada hari Selasa (18/1/2021) di Desa Sumberjaya Kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi  tersebut mengaku sebagai pemburu babi liar. Polisi mengamankan para pelaku karena menggunakan amunisi peluru tajam, yang bisa saja disalahgunakan.

Kasatreskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila memberi pernyataan dalam Pers Rilis, bahwa penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang khawatir atas adanya aktivitas perburuan babi menggunakan senpi rakitan dengan peluru tajam pada pertengahan Januari 2021 yang lalu.

“Dari informasi tersebut,  gabungan dari Satreskrim dan Sat Intel Polsek melakukan pengecekan. Kemudian kita amankan tersangka awal berinisial I (44 tahun), H (50 tahun) dan M (40 tahun). Kemudian diamankan K (44 tahun), Is (43 tahun dan Ai (45 tahun), dugaan awal menguasi senpi rakitan tanpa izin dan amunisi kaliber 556 tanpa ada dokumen yang resmi,” kata Rizkha di Mapolres Sukabumi, Senin (8/2/2021).

Setelah diamankan dan pengembangan informasi dari para tersangka, diketahui jika senpi rakitan ini dibuat secara manual oleh tersangaka Is dan Ai. “Jadi senpi rakitan ini dihargai kurang lebih Rp 1,3 juta, di mana untuk penggunaan laras Rp 650 ribu, untuk bak Rp 500 ribu, untuk kelengkapan senjatanya Rp 50 ribu, jadi untuk satu senjata ini Rp 1,3 sampai dengan harga 1,5 juta.

” Para tersangka ini  diketahui memiliki bengkel, sehingga bisa dengan mudah merakit senpi ilegal tersebut. Bahkan ada yang berprofesi sebagai mekanik bengkel motor. Peluru tajam bisa dipergunakan untuk hal-hal tindak pidana lain, namun sementara ini memang indikasi yang kita temukan hanya untuk perburuan. Hasil buruan itu yang sedang kita cari, untuk apa hasil buruan itu,” sambung Rizkha.

Polisi juga mengamankan barang bukti seperti lima pucuk senpi rakitan, sejumlah butir peluru tajam, serta peralatan perbengkelan. “Berdasarkan keterangan para pelaku kata Rizka , mereka juga bersedia menukar hasil buruan. Babi kecil ditukar dengan 10 butir peluru, sedangkan untuk babi besar ditukar dengan 20 butir peluru kaliber 556,” terangnya.

Selain keenam pelaku, polisi juga masih mencari dua orang lainnya yang masuk daftar pencarian orang atau DPO, berinisial L dan O. “Keenam orang ini disangkakan pasal 1 ayat 1 Undang-undang Darurat dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun,”tutup Rizka.

(Achmad Zazuli)

 114 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan