DPRD Kabupaten Sukabumi dan Jawa Barat Tinjau Petani Terdampak PPKM

Sukabumi. MCNN – Beberapa waktu yang lalu, viral di Video aksi pembabadan hasil panen Sayur Caisim oleh Petani di Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi yang cukup menuai sorotan publik.

Video pendek berdurasi kurang dari 1,5 menit yang berisi rekaman Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandani, mewakili petani yang menjerit akibat gagal panen menjadi cukup viral dan menggugah berbagai pihak atas fenomena dampak PPKM.

Bukan karena komoditas sayuran yang dipanen jelek namun petani menjerit dengan kondisi nilai jual sayuran caisim yang anjlok hingga nol rupiah di pasaran. Sementara itu justru di pasar sayuran dijual mahal.

Elisa (34 Th) warga perum Mangkalaya Sukabumi menyampaikan keluhannya bahwa harga sayuran, daging dan sebagainya di pasar melonjak. Tapi anehnya di kalangan petani harga anjlok.

“tapi kok anehnya di kalangan petani nilainya anjlok, silahkan cek di pasar tradisional harga semua melonjak” ujarnya.

Yuha Sukmagara selaku Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi segera mengambil langkah cepat dengan mendatangi langsung areal pertanian tempat pembuatan video viral ini.

Turut hadir Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Gerindra, Syahrir, untuk meninjau langsung kondisi Petani di Desa Kebonpedes Kecamatan Kebonpedes Kabupaten Sukabumi, Selasa (3/8/2021).

Dilokasi tempat video pembabadan hasil panen oleh Petani, Yudha Sukmagara dan Syahrir menyatakan keprihatinannya kepada sejumlah Petani yang ditemui di lokasi.

Selaku Wakil rakyat, Yudha cukup kaget melihat fakta di lokasi, hektaran kebun milik Petani yang seharusnya menghijau ini berubah menjadi kuning, mengingat Sayur Caisim seluruhnya berbunga tidak dipanen dampak tidak ada tengkulak yang mau beli dengan alasan akibat harga anjlok di pasaran.

Kepada awak media, Anggota DPRD Provinsi Jabar, yang juga menjabat sebagai Ketua Pemuda Tani Indonesia (PTI) Provinsi Jabar, Syahrir menyebut kehadirannya di Sukabumi untuk memberi solusi kepada masyarakat Petani.

Salah satu langkah awal yang akan diambil adalah dengan memborong hasil panen Petani Caisim untuk selanjutnya akan dibagikan kepada masyarakat ditengah kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Kita mendapat informasi dari teman-teman Pemuda Tani Sukabumi ada Petani yang terdampak PPKM yang membabad habis hasil taninya karena para tengkulak tidak mau membelinya”

Jadi Kita melihat langsung ke sini, untuk selanjutnya Pemuda Tani Sukabumi bisa mengantisipasi apa yang menjadi kebutuhan dari para petani sayur ini untuk diakomodir dan hasil taninya rencananya akan kita beli dan akan kita bagi bagikan kepada masyarakat yang terdampak PPKM, ungkap Syahrir, Selasa (03/08/2021).

Hal senada diungkap Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, menurut Yudha dengan adanya video yang viral, ia bersama Syahrir melakukan inisiatif untuk melakukan kunjungan secara langsung seperti apa kondisinya riilnya agar  agar bisa membantu mengambil langkah taktis selaku Wakil Rakyat.

“Dengan adanya Covid-19 dengan adanya PPKM pastinya ada imbas atau dampak kepada sayuran yang ditanam petani. Permintaan sayuran menurun malah harganya sampai nol. Sebaliknya ketika tidak ada pasokan dari petani maka akan nada lonjakan harga karena barang kosong.” Ujar Yudha.

“Saat ini banyak petani merasa depresi dan mereka cabuti saja (babad). Jadi kita hadir disini untuk melakukan inisiatif membeli sayuran ini, selanjutnya akan kita berikan kepada masyarakat yang membutuhkan.” Imbuhnya.

Lebih jauh menurut Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, kondisi gagal panen akibat harga komoditas Sayur anjlok tidak hanya terjadi di Kebonpedes, dari data dan informasi yang didapat sejumlah Kecamatan lain di Sukabumi merasakan hal serupa.

Untuk mengantisipasi kondisi serupa kembali terulang, Yudha Sukmagara memastikan DPRD Kabupaten Sukabumi maupun Provinsi Jawa Barat akan melakukan sejumlah upaya yang akan di koordinasikan dengan jajarannya.

“Ini yang sedang kita pikirkan upaya apa yang akan diambil karena kita tidak tahu kapan Covid-19 ini akan berakhi,” terangnya.

Achmad Zazuli

 72 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.