DKM dan Karyawan PT. GSI Cikembar Salurkan Bansos untuk Korban Gempa Cianjur

SUKABUMI, CYBERNEWSNASIONAL.COM – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan Karyawan PT. Glostar Indonesia (GSI) Blok A Cikembar Sukabumi menyalurkan bantuan sosial ke Kp. Cepu menak Desa sekawangi, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Rabu (23/11/2022).

Adapun bantuan sosial yang disalurkan berupa bahan pokok dari mulai beras, susu, air mineral, pampers, sarimi, pop mie dan yang lainnya dengan tujuan titik sasaran jauh dari kota Cianjur dekat dari Sukabumi.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Sukawangi Deden mengucapkan terimakasih dan bersyukur atas bantuan yang diberikan dari Pengurus Dewan kemakmuran mesjid ( DKM ) al-mubarokah dan karyawan PT. Glostar Indonesia ( GSI ) blok A.

“Haturnuhun, Jazakallah khairan kasiir, semoga apa yang telah dikeluarkan tersebut allah swt dapat mengganti yang berlipat ganda,” ucapnya.

Deden juga menuturkan situasi kondisi yang dialaminya beserta warga sekitar sebagai korban bencana gempa tersebut.

“Untuk hitungan sementara ini, rumah yang terdampak ada 1.750 kepala keluarga ( KK ) yang ruksak berat, ringan, sedang di jumlah ada 1.511 dan meninggal ada 7 orang yang dalam waktu kejadian hari senin pukul 13: 30 wib masyarakat kebanyakan lagi di luar rumah jadi sangat minim korban jiwa,” ujarnya.

Lebih lanjut diceritakannya bahwa ada yang meninggal lagi berada di dalam rumah salah satunya ibu menyusui ( 35 th ) meninggal terkena benturan bangunan roboh dalam keadaan telungkup menjaga bayinya, alhamdulillah bayinya masih hidup terselamatkan.

“Sekarang ini yang dibutuhkan selain bahan pokok karena suasana pengungsian masih ada getaran-getaran yang agak sering dengan hibauan dari pemerintah kepada masyarakat agar diusahakan jangan di rumah sampai hari jum’at karena menurut informasi bahwa getaran-getaran itu akan hilang sampai hari Jum’at,” imbuh Deden.

Deden sempat membahas mengenai rencana bantuan dari pemerintah untuk rumah rusak berat nominal Rp. 50.000.0000 kemudian yang rusak sedang Rp. 25.000.000 dan yang rusak ringan sampai Rp. 10.000.000 itu pun harus dilengkapi dengan foto bangunan dan foto pemiliknya.

“Harapan dari kami dari kepala Desa sangat mengharapkan sekali agar kejadian ini tidak terulang kembali dan mudah-mudahan masyarakat tidak sakit berkepanjangan karena menurut kami ini ujian dari Allah SWT. Tinggal kita menjalaninya dan tafakur terhadap dosa-dosa kita serta dijadikan sejarah ini hikmahnya yang lebih bagus, ” pungkasnya.

(Azhari M)

 2,340 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.