Diserbu Komentar Warga Net, Unggahan IG Walikota Tangerang Hilang

Unggahan foto di Instagram milik Walikota Tangerang yang dihapus. (Foto Tangkapan Layar IG)

KOTA TANGERANG, MCNN–Unggahan Kegiatan Walikota Tangerang hilang di Media Sosial Instagram, diduga dihapus admin setelah diserbu komentar warga net terkait permintaan untuk menemui masa aksi unjuk rasa di Pusat Pemerintah Kota Tangerang.

Unggahan di Akun IG Arief Wismansyah menerangkan bahwa dirinya sedang dalam acara penandatanganan Rencana Penilaian Maturitas (RPM) SPIP yang berlangsung di Aula Kantor Inspektorat Kota Tangerang.

“Hari ini Saya menghadiri acara penandatangan Rencana Penilaian Maturitas (RPM) SPIP tahun 2020 di aula Kantor Inspektorat Kota Tangerang.” Kutip keterangan pada Unggahan foto IG Arief Wismansyah.

Komentar warga net yang ditunjukkan oleh pendemo yang sedang Aksi di Puspemkot Tangerang. (Foto istimewa)

Unggahan tersebut pun diserbu ragam komentar warga net yang meminta Walikota segera menemui Warga Jurumudi yang sedang berdemonstrasi  di dalam aula Puspemkot Tangerang.

“Pak Keluar Kami menunggu,” salahsatu Komentar yang diunggah Michellehrm.

Dalam pantauan Cybernewsnasional.com unggahan foto tersebut hilang di akun IG Arief Wismansyah yang memiliki slogan Walikota Jaman Now dan Membangun Kota atas dasar Cinta. Sekitar pukul 15:20 wib, Selasa (15/12/2020).

Namun diunggahan foto yang berbeda,  warga net pun masih mengomentari agar walikota tidak bersembunyi dan berharap mau menemui masa aksi di Puspemkot.

“Pak @ariefwismansyah mending liat warganya dulu yang dari kemaren dipemkot nunggu bapak!! Kita hanya ingin ketemu bicara cari solusi agar rumah kita segera terselesaikan!!!!,” Kutip komentar akun IG pusspa septiani.

Komentar Warga Net pada unggahan foto di akun IG Arief Wismansyah. (foto istimewa)

Diketahui warga Jurumudi melakukan aksi unjuk rasa di Puspemkot Tangerang karena mereka belum mendapatkan ganti rugi yang diharapkan dari pihak Tol JORR II.

Saat ini rumah mereka sudah diratakan dengan tanah, namun belum diberikan uang pergantian. Ditawarkan Rp. 2,6 juta/meter oleh pihak JORR II,  namun warga meminta harga yang sesuai karena lokasi tanah mereka yang strategis seharga Rp. 7 juta/meter.

(Ups)

 904 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan