Direktur Advokat PAHAM Ungkap Dampak Negatif Pungutan Liar

Jakarta, MCNN.Com – Maraknya Pungutan Liar ( Pungli ) hampir merajalela di setiap sendi kehidupan masyarakat. Pemahaman tentang bahaya pungli kadang diabaikan oleh lapisan masyarakat, padahal Pungutan Liar ( Pungli ) dapat menyebabkan rusaknya tatanan hidup bernegara.

Sabarrudin SH, MKn Direktur Advokat Pusat Hukum dan Hak Azasi Manusi Indonesia ( Paham Indonesia ) mengupas hal ini untuk media MCNN. Com ketika ditemui dikantornya dibilangan jakarta Selatan.

Sabaarrudin mengatakan bahwa dampak negatif yang bisa ditimbulkan akibat adanya pungli ini adalah rusaknya tatanan peradaban masyarakat, maksudnya secara psikososial akan merusak nilai – nilai luhur tentang arti pelayanan, pengabdian dan ketulusan.

Peradaban tata kelola pelayanan yang melayani, telah berubah menjadi tata kelola pelayanan berdasarkan jumlah setoran.

Sering kita mendengar istilah “uang pengertian” akan dilayani dengan cepat, sementara masyarakat yang mengikuti aturan harus menelan pil pahit antrian dan keruwetan yang panjang.

Akhirnya rusaklah tatanan peradaban yang luhur menjadi peradaban suap dan sogok.

Selain itu advokat mudah yang telah banyak menangani banyak kasus dimasyarakat ini juga menjelaskan bahwa , pungli akan menjadikan masalah dan kesenjangan sosial, artinya tercipta jarak yang semakin jauh antara si kaya dan si miskin dimana yang kaya makin makmur, sementara si miskin terus tergusur.

” Oleh karena itu gagasan tentang pembentukan Satgas Saber Pungli sejatinya adalah niat luhur pemerintah untuk memberantas pungli dan harus mendapat dukungan dari semua pihak, ” tambahnya ( 24/11/2020)

Dan yang terakhir akan berujung pada hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Jika kepercayaan itu hilang, maka apa lagi yang bisa diharapkan? Jadi agar kepercayaan tidak hilang, maka seluruh aparatur pemerintahan harus bersungguh – sungguh melakukan ber