HTML5 Icon

Diduga ” Unik ” Warga Pertanyakan Drainase dan IMB Perumahan Ardina Residence

TANGSEL, Cybernewsnasional.com – Warga Jalan Pembangunan Jombang Ciputat kembali mendatangi pihak pengembang perumahan Ardina Residence dari PT AKM terkait mempersoalkan mengenai drainase.

IMB-Cybernewsnasional.com

Kedatangan warga ke lokasi proyek diterima oleh pihak pengembang yaitu Boni didampingi oleh Fauzar (anggota Polri dari Polda Metro Jaya), Nasrul Bhabin Kamtibmas Polsek Pamulang Tangsel, Selain itu terlihat Ahmad RT 03/04, Babinsa, Bhabin Kamtibmas Ciputat dan beberapa warga setempat, pada Senin (13/01/2020) Kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, Boni yang mengaku baru beberapa hari bergabung di proyek perumahan Ardina dari PT AKM mengucapkan, merasa heran sebelumnya melihat warga yang mondar-mandir masuk kedalam proyek dan sempat menduga “apakah masih ada yang belum beres dengan warga atau belum mendapatkan ijin,” tanyanya.

IMB-Cybernewsnasional.com

Mengenai Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) Perumahan Ardina Residence yang rencananya akan dibangun oleh pengembang perumahan berlantai 2 sebanyak 44 unit diatas lahan seluas 5.882 m2 di Jalan Pembangunan Kelurahan Jombang Kecamatan Ciputat, sempat menjadi perbincangan dalam pertemuan tersebut.

Pasalnya, proyek perumahan Ardina Residence yang kini sedang dalam pengerjaan perataan dan penimbunan lahan itu masih dalam sengketa dengan Warga Jalan Pembangunan RT 03/04 Kelurahan Jombang Kecamatan Ciputat, Tangsel.

Anehnya, lahan proyek perumahan Ardina Residence seluas 5.882 m2 yang rencana akan dibangun sebanyak 44 unit rumah, berdasarkan IMB yang dikeluarkan DPMPTSP Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menunjukkan berdiri di Wilayah RT 05/04 Jalan Pembangunan Kelurahan Jombang Kecamatan Ciputat, sedangkan wilayah tersebut adalah RT 03/04 Jalan Pembangunan Kelurahan Jombang Kecamatan Ciputat.

Kejanggalan Izin Mendirikan Bangunan tersebut menimbulkan dugaan yang sempat dibahas oleh Fauzar, Aiptu Abdul Hamid (BhabinKamtibmas) Polsek Ciputat dalam pertemuan yang antara warga, Ahmad (ketua RT 03/04/), Boni dari pihak pengembang (pihak PT AKM)

Melalui pantauan dilokasi bahwa spanduk IMB yang dikeluarkan oleh DPMPTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Tangsel tampak terlihat dipasang didalam pos security proyek perumahan Ardina Residence, tidak terpasang diluar agar mudah terlihat sebagaimana yang tertera didalamnya “plank IMB ini agar dipasang dilokasi pembangunan yang mudah terlihat”.

Sedangkan melalui surat rekomendasi pengendalian ketertiban umum dan ketentraman masyarakat yang dikeluarkan pada September 2018 oleh Satpol PP Kota Tangsel ada 7 poin-poin yang telah ditentukan, dan hampir seluruhnya dikangkangi oleh pihak pengembang.

Ditempat yang sama Ahmad selaku Ketua RT setempat mengatakan perihal mengensi IMB yang sudah diterbitkan masih diragukan.

Begitu juga dengan Fauzar salah satu anggota kepolisian dari Reserse Polda Metro Jaya selaku penengah antar warga dan pengembang mengatakan hal yang sama bahwa IMB yang diterbitkan tidak sesuai dengan lokasi berdirinya perumahan yang renacananya akan dibangun.

” Untuk masalah drainase di proyek barusan saya ke situ, dia bilang alat berat distandbay di situ selagi urugan jalan. Takut hujan turun langsung di keruk yang di perlintasan air, “kata Ketua RT melalui pesan whatsapp.

” Jadi, drainasenya 1 meter di proyek dan pake baru kali, sekarang tinggal kesepakatan warga komplek csb (Cluster Sudimara Bintaro aja yg bisa bertahan buat drainase yang ke wilayah rw 09,” tandasnya.

(Ind)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: