Diduga Lakukan Perkosaan, Oknum Siswa SMK  Diadukan Ke Polres Majalengka

MAJALENGKA, Cybernewsnasional.com – Keluarga korban dugaan perkosaan yang menimpa Mawar salah satu siswi SMP Sindangwangi Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat. Mengaku mereka telah melaporkan pelaku dugaan perkosaan terhadap Mawar ke Polres Majalengka. Senin (07/06/2021).

Pelaku dugaan perkosaan sendiri menurut salah satu kerabat  Mawar yang namanya tidak bersedia disebutkan ini mengatakan. Yakni AS warga  Sindang haji yang secara  kebetulan  pelaku masih duduk di kelas 1 salah satu SMK swasta di wilayah Sindangwangi.

“Ia kami sudah melakukan pelaporan ke Polres Majalengka bagian PPA pada Senin kemarin. Pelaku adalah siswa SMK kelas 1 dia warga Sindang haji.”Ujar salah satu kerabat Mawar saat ditemui dirumahnya, Rabu (09/06/2021).

Dikatakan sumber, pengakuan korban sendiri diduga diperkosa oleh AS pada  Jum’at (04/06/2021) lalu.

“Kondisi korban saat ini sulit diajak bicara, dia selalu mengurung diri dikamar. Saya tidak tahu persis bagaimana dia bisa diperlakukan seperti itu. Katanya hubungan korban dengan pelaku itu sudah hampir satu tahun,” beber sumber.

Ia sendiri menyayangkan korban tidak mau di Visum sebagai bukti dia telah diperlakukan tidak senonoh oleh pelaku.

“Mungkin karena merasa tertekan sehingga  korban sangat sulit diajak bicara dan dia juga tidak mau di Visum. Padahal pihak PPA sudah berusaha untuk membujuknya agar dia mau di Visum.” Lanjutnya.

Pihak keluarga Mawar sendiri berharap pihak berwajib segera memproses dan menindaklanjuti laporan yang telah mereka lakukan.

“Kami ingin dia (Pelaku) di hukum seberat – beratnya kalau bisa dipenjara sampai 20 tahun,” pinta salah satu kerabat Mawar lainnya.

Sementara itu, pihak SMK tempat belajarnya pelaku (AS) saat dimintai komentarnya terkait apa yang akan dilakukan pihak sekolah terhadap AS yang telah dilaporkan ke Polisi terkait dugaan melakukan tindakan perkosaan terhadap Mawar.

Pihak SMK sendiri mengaku kaget perihal kejadian sebenarnya yang menimpa AS. Pasalnya pihak sekolah sendiri mengaku bahwa orang tua AS menginformasikan ke pihak sekolah, bahwa AS sedang dalam kondisi depresi.

“Informasi dari orang tua AS itu bahwa AS sedang depresi sampai – sampai katanya dia mau bunuh diri. Dan orang tua AS minta  waktu ke sekolah katanya mau mengobati AS ke dokter,” ujar AD salah satu guru disekolah tempat belajarnya AS. Rabu (09/06/2021).

“Justru saya merasa kaget dan baru tahu kalau kejadian sebenarnya seperti itu. Kalau dia sudah dilaporkan ke Polisi dengan kasus dugaan seperti itu (Perkosaan) ya mungkin kami menyerahkan sepenuhnya  kepada proses hukum.” Lanjut AD.

Dikatakannya selain menyerahkan kepada proses hukum pihak sekolah juga akan menyerahkan atau mengembalikan AS kepada orangtuanya. Hal ini pihak sekolah menganggap apa yang dilakukan oleh AS sudah keluar dari aturan sekolah, karena apa yang dilakukan AS diluar pengetahuan pihak sekolah.

Penulis : Bisri.

 272 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan