Catatan Jurnalis Jelang HPSN 2021, Sampah Bisa Jadi Mesin Pembunuh

TPS Liar membukit di samping Pemakaman, Kini sudah ditutup dan direcovery. (Foto Supriyadi Cybernewsnasional)

TANGERANG, Cybernewsnasional.com — Peringatan hari peduli sampah nasional kerap diperingati oleh para pecinta dan penggiat lingkungan hidup di Indonesia.

Peringatan ini muncul atas ide dan desakan dari sejumlah pihak untuk mengenang peristiwa di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005 dimana sampah dapat menjadi mesin pembunuh yang merenggut nyawa lebih dari 100 jiwa.

Pada peristiwa na’as tersebut terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan ledakan gas metana pada tumpukan sampah. Akibatnya 157 jiwa melayang dan dua kampung (Cilimus dan pojok) hilang dari peta karena tergulung longsoran sampah yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir Leuwigajah.

Tragedi ini memicu dicanangkannya Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati tepat di tanggal insiden itu terjadi.

Dalam catatan jurnalis Cybernewsnasional.com, jelang HPSN 2021 setahun belakangan di Tangerang masih banyak kasus dalam persoalan pengelolaan sampah dan jangan sampai terjadi seperti di Leuwi Gajah

Tanggul TPA Cipeucang jebol, berton-ton sampah tumpah ke Sungai Cisadane. (Foto istimewa)

Tahun lalu semisal, Kasus TPA Cipeucang di Tangerang Selatan tanggulnya tak kuat menahan gunungan sampah dan akhirnya berton-ton sampah berserakan ke sungai Cisadane.

Dan kini pihak pemerintah Tangerang Selatan telah Kontrak dengan pihak Pemerintah Kota Serang, dan akan mengirimkan sampahnya ke TPA di Cilowong. Dan rencananya akan mulai pada bulan April tahun ini.

Juga kasus di muara sungai Cisadane tepatnya di Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang, tumpukan sampah membentuk pulau baru.

Kondisi Tumpukan Sampah yang membentuk pulau di Tanjung Burung Kabupaten Tangerang. (Foto istimewa)

Melihat pembiaran dari pemerintah, hingga aktivis lingkungan hidup dari luar Indonesia bersama penggiat lingkungan hidup tanah air membuat gerakan membersihkan sampah tersebut agar persoalan tumpukan sampah di muara terselesaikan.

Namun, kegiatan tersebut ditunda jadwalnya karena terbentur aturan pembatasan aktifitas masyarakat karena Pandemi Covid 19. Pasalnya pada 6 Februari 2021, aksi besar-besaran tersebut bakal diturunkan ribuan massa yang peduli akan nasib Muara Cisadane.

Persoalan sampah di Kota Tangerang tak jauh beda, Daya tampung TPA Rawa Kucing dikhawatirkan tidak sanggup lagi menampung sampah dari wilayah Kota Tangerang.

Pejabat Daerah Kota Tangerang melihat Kondisi TPA Rawa Kucing. (Foto istimewa)

Wacana pengolahan sampah menjadi energi listrik sempat ramai dibicarakan. Bahkan ditahun 2020 sudah memasuki tahap lelang perusahaan, dan di bawah BUMD PT. TNG pemerintah kota Tangerang menyerahkan urusan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Dalam lelang, PT Oligo Infrastruktur Indonesia untuk menggarap proyek bernilai triliunan rupiah memenangkan lelang tersebut.

Namun, hingga saat ini progresnya mandek lantaran kerjasama PT TNG dengan pemenang lelang mega proyek ini masih dalam pembahasan yang alot.

Menurut keterangan banyak aktivis lingkungan hidup, sampah apabila dikelola dengan baik memiliki nilai ekonomis.

Melihat di banyak unggahan di dunia Maya, jurnalis Cybernewsnasional mendapat banyak inovasi anak negeri mengolah sampah menjadi rupiah.

Selain sampah organik yang diubah menjadi bahan organik lainnya seperti pupuk, pakan ternak, bahkan bahan bakar.

Sampah non organik pun banyak inovasi anak negeri mengolah sampah bernilai ekonomis menghasilkan jutaan rupiah, seperti plastik yang umum menjadi persoalan sampah yang menumpuk di TPA.

Dapat diubah menjadi campuran bahan bangunan yang dibutuhkan masyarakat, seperti paving blok, batako, genting, hingga beragam lainnya.

Sudah tidak asing lagi bila program pengelolaan sampah digembar-gemborkan para dinas lingkungan hidup di Tangerang.

Namun hingga kini belum dapat maksimal dalam pengawalan dan akhir yang maksimal, hanya seperti seremonial saja.

(UPS)

 354 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan