BPJS WATCH : Viral Jenazah Covid-19 Bayar Ambulan 15 Juta Ternyata Hoax

Hoax-Cybernewsnasional.com

MCNN, Kota Tangerang – Pemberitaan di media sosial yang menghebohkan dan mendapat respon negatif dari masyarakat terkait beredar kwitansi pembayaran mobil angkut jenazah sebesar 15 juta rupiah ternyata tidak benar, hal itu disampaikan oleh H.Sugandi.SH, Koordinator BPJS WATCH Tangerang Raya. Rabu (15/04/2020). Pagi dikantornya.

Kepada Media MCNN, beliau menjelaskan bahwa hasil investigasi teamnya dilapangan terkait berita tersebut ternyata tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Iya betul kami sudah konfirmasi ke Rumah Sakit Umum Bhakti Asih yang merawat pasien tersebut, konfirmasi ke mobil jasa angkutan jenazah yang tertera dalam kwitansi dan konfirmasi kepihak keluarga almarhum, ternyata memang berita itu Hoax,”ucapnya.

BPJS WATCH-Cybernewsnasional.com
H.Rd.Sugandi.SH. Koordinator BPJS WATCH Tangerang Raya

Senada dengan yang disampaikan oleh BPJS WATCH, Dr.Ferdy bagian pelayanan di Rumah Sakit yang merawat pasien tersebut, kepada Media MCNN, menjelaskan bahwa pihaknyapun merasa heran ada berita seperti itu.

“Memang betul pasien datang ketempat kami dengan indikasi jantung dan harus dirujuk ke Paskes lanjutan, namun dalam prosesnya pasien wafat,”jelasnya.

Lebih jauh dijelaskan bahwa karena pasien adalah peserta JKN yang dijamin oleh BPJS kesehatan, maka pasien tidak dikenakan biaya apapun oleh pihak Rumah Sakit, hanya dari pihak keluarga berinisiatif untuk membawa jenazah dengan mobil jenazah yang akan dicarikan oleh pihak keluarga, jelasnya.

Ditempat terpisah Erik, selaku pihak penyedia jasa mobil jenazah yang tertulis di kwitansi yang sempat beredar di medsos kepada media MCNN lewat saluran telephonnya, membenarkan bahwa berita itu tidak benar.

“Iya mas.. berita itu bohong dan saya juga heran kenapa ada berita seperti itu, bahkan ini saya juga dan keluarga almarhum, baru saja pulang dari Polres, habis dimintai keterangan dan membuat pernyataan terkait berita tersebut,” katanya.

Lebih lanjut pihak penyedia jasa angkutan jenazah kepada media mengaku pihaknya merasa dirugikan dengan pemberitaan tersebut dan pihaknya akan bekerja sama dengan aparat terkait untuk  mencari pelaku utama yang mengunggah kwitansi di media sosial tersebut.

Diakhir wawancaranya, H.Gandi Berharap kepada masyarakat supaya bisa memilah dan memilih dan tidak mudah mempercayai atau membagikan berita yang beredar di media sosial yang belum tentu kebenarannya, karena kalau berita itu tidak benar, akan mengakibatkan sangsi hukum, pungkasnya.

(Red).

Tinggalkan Balasan