BPJS Kesehatan Verifikasi Klaim Covid – 19

JAKARTA, MCNN – Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Utara Shanti Lestari menjalankan tugas tentang Penugasan Khusus Verifikasi Klaim Covid 19. Sesuai dengan surat Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Nomor S 22/MENKO/PMK/III/2020. ( 23/12/2020)

Selain itu dia juga didukung oleh Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) No. HK. 01.07/MENKES/238/2020 tentang Petunjuk Teknis Klaim Penggantian Biaya Perawatan Pasien Penyakit Infeksi Emerging Tertentu Bagi Rumah Sakit Yang Menyelenggarakan Pelayanan Coronavirus Disease 2019 (Cavid-19).

Shanti mengatakan ” Kami berperan untuk melakukan pengelolaan administrasi klaim verifikasi tagihan pelayanan kesehatan dari rumah sakit yang melakukan pelayanan Covid-19, melakukan koordinasi dengan Kemenkes dalam rangka proses pembayaran tagihan klaim kepada rumah sakit yang telah dilakukan verifikasi serta melaporkannya kepada Kemenkes dalam bentuk Berita Acara” ungkap Shanti di acara ngopi bareng dengan wartawan di lantai 3.

Dengan demikian kata dia, alur pengajuan klaim Covid-19 dimulai dari rumah sakit mengajukan permohonan pengajuan klaim melalui email ke Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementrian Kesehatan, ditembuskan ke BPJS Kesehatan untuk verifikasi dari Dinas Kesehatan.

” Berkas pendukung verifikasi diajukan melalui aplikasi Eklaim INA – CBGs. Kementrian Kesehatan dapat memberikan uang muka paling banyak 50% dari jumlah klaim yang diajukan,” katanya.

Selanjutnya kata Shanti, BPJS Kesehatan melakukan verifikasi terhadap klaim sesuai dengan ketentuan yang ada dalam petunjuk teknis klaim penggantian biaya perawatan. Setelah itu BPJS Kesehatan akan menerbitkan Berita Acara Verifikasi pembayaran tagihan klaim pelayanan kepada Kemenkes dan BPJS Kesehatan diberi waktu 7 hari kerja dalam proses verifikasi klaim tersebut.

” Setelah itu diserahkan berita acara verifikasi, Kemenkes akan membayarkan klaim kepada rumah sakit, setelah dikurang uang muka yang telah diberikan sebelumnya. Biaya klaim akan ditransfer ke rekening instansi pemohon ( rumah sakit) oleh Kementrian Kesehatan dalam kurun waktu 3 hari kerja,” jelasya.

Kriteria pasien yang dapat di klaim dalam biaya perawatannya adalah pasien yang sudah terkonfirmasi post Covid-19, kasus probable dan kasus suspek yang berusia di atas 60 tahun dengan atau tanpa penyakit penyerta, serta kasus suspek usia kurang dari 60 tahun dengan penyakit penyerta, baik itu WNI ataupun WNA yang dirawat pada rumah sakit di wilayah NKRI.

“DI Jakarta Utara sendiri kami telah menerima pengajuan klaim sebanyak 9. 690 kasus sejak ditunjuknya BPJS Kesehatan untuk memverifikasi tagihan klaim untuk kasus Covid – 19. Klaim yang telah kami setujui setelah diverifikasi adalah sebanyak 9. 203 klaim,” sebutnya.

Untuk rumah sakit di Jakarta Utara yang telah melayani pasien Covid 19 adalah sebanyak 23 rumah sakit yaitu, RSUD Koja. RSUD Tugu Koja, RSPI Sulanti Saroso, RSUD Tanjung Priok, Rumah Sakit Umum Pekerja, RS Duta Indah, RSUD Pademangan, Rumah Sakit Hermina Podomoro, Rumah Sakit Atmajaya, RS Pelabuhan Jakarta, RS Islam Sukapura, Rumah Sakit Firdaus, IGD RS Pantai Indah Kapuk. RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, RSUD Cilincing, RS Sukmul Sisma Medika, Rumah Sakot Mulyasan, IGD Ruman Sakit Satya Negara, RSUD Kepulauan Seribu, 1GD Rumah Sakit Pluit, Rumah Sakit Puri Medika, RSIA Santo Yusut dan IGD RS Gading Pulit,” terang Shanti. ( Sunarno )

 381 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan