Besok Daging Sapi Hilang di Pasaran, Ini Alasannya

Pedagang Daging Sapi di Pasar Tradisional (Foto Supriyadi Cybernewsnasional)

MCNN — Mulai besok daging sapi di pasaran bakal hilang, hal tersebut terjadi karena para pedagang sapi mogok berdagang.

Tergabung dalam Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI), para pedagang daging dan rumah pemotongan hewan (RPH) melakukan aksi mogok dagang selama 3 hari kedepan. Terhitung mulai hari ini, Selasa (19/1/21) RPH tidak melakukan pemotongan sapi seperti biasanya.

Dalam keterangan tertulis APDI, wilayah yang bakal terdampak mogok dagang para pedagang sapi di beberapa kota kabupaten di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

“Seluruh Pedagang daging dihimbau untuk tidak melakukan aktifitas perdagangan, baik itu pemotongan sapi hidup dari RPH maupun daging beku dari distributor di setiap pasar-pasar Se-JADETABEK,” kutip dalam keterangan surat edaran APDI.

Saat dikonfirmasi Sekretaris APDI DKI Jakarta,  Tb. Mufti Bangkit Sanjaya, mengatakan aksi itu ia katakan sebagai aksi libur serentak para pelaku pengusaha sapi di Jadetabek. Hal itu dilakukan merupakan hasil rapat musyawarah APDI yang digelar 17 Januari kemarin di Taman Mini.

Dari aksi libur bersama ini, berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan nasib para pedagang sapi yang kian merugi beberapa bulan belakangan.

“Dari rapat tersebut kami ada 5 poin yang kami simpulkan, satu diantaranya Kami menuntut pemerintah Indonesia bisa mengintervensi pemerintahan Australia untuk menekan harga sapi hidup.” Jelas Tb. Mufti melalui sambungan telepon pada Cybernewsnasional.com, Selasa (19/1/21).

Menurutnya selama 2 tahun ini para pedagang daging termarjinalisasi oleh kebijakan pemerintah, di satu sisi pedagang harus tetap melayani kebutuhan pasokan daging konsumsi masyarakat. Namun di sisi lain pasokan sapi berkurang, langka di pasaran.

“Selain kita harus melayani kebutuhan konsumsi daging untuk masyarakat, sisi lain pasokan berkurang langka di pasaran dan mahal pula, ditengah daya beli masyarakat yang rendah tidak mungkin Kita menaikkan harga, bahkan tiga bulan belakangan ini banyak para pedagang menanggung rugi dan bangkrut,” ujarnya.

Pedagang bakso ikut terdampak dari mogok dagang para pedagang daging sapi besok. (Foto Supriyadi Cybernewsnasional.com)

Ikatan emosional antara Australia dengan Indonesia dikatakan APDI bisa memudahkan Pemerintah Indonesia secara diplomasi kepada Pemerintah Australia menekan harga sapi impor ke Indonesia.

“Sudah 30 tahun kerjasama pemerintah Indonesia dengan pemerintah Australia dalam hal Impor Sapi, Kita berharap adanya upaya diplomasi dari Kementerian Kita, lewat Presiden langsung untuk menekan harga jual sapi dari Australia, dengan bargening (Kesepakatan-red) dengan komoditi dari negara Kita, jangan diam saja,” tegas Sekretaris APDI DKI Jakarta.

Pemerintah sempat menurunkan Bea masuk impor sapi dari 5% menjadi 2,5% namun karena rupiah sedang melemah dibanding dengan kurs dolar Australia, potongan bea masuk impor Sapi tersebut tak terlalu berpengaruh.

Dengan adanya pasar global, pemerintah Australia kini menjual sapi kepada negara Thailand dan Vietnam yang berani membeli harga sapi dengan harga tinggi.

Menurut informasi APDI, negara tersebut hanya menjadi manufaktur sapi-sapi tersebut ke negara lain.

“Padahal di industri Vietnam hanya manufaktur saja, dagingnya itu dibawa ke Cina, karena pihak Autralia tidak senang berdagang dengan Cina dengan banyak alasan-alasan, ” ujar Tb. Mufti.

(Ups)

 1,630 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.