Banjir Citarum Akibat Luapan Air Sungai Cibeet, BPBD Kabupaten Bekasi  Minim Anggaran

Bekasi, MCNN.COM – Semakin tingginya debit air sunggai Citarum menambah kecemasan warga yang berada di bawah bantaran sungai Citarum. Warga berusaha mempertinggi bantaran sungai dengan karung berisikan pasir.

Masyarakat di desa Bantarjaya dan desa Sumberurip menambahkan karung berisi pasir sangat dibutuhkan untuk mempertinggi bantaran kali agar air bisa tertahan dan tidak merendam area pemukiman.

Jajang Sujai Kepala desa Sumberurip mengatakan bahwa kami ( warga – red) membutuhkan karung dan tanah sebab tanah yang diambil berasal dari tanah masyarakat , kecemasan warga semakin meningkat kiranya dinas Sosial dan BPBD bisa melihat langsung ke wilayah kami, ” jelasnya ( 08/02/2021).

Sementara itu ketua Tagana Kabupaten Bekasi Surya Atmaja mengatakan ” Tim Tagana selalu siap siaga bersama masyarakat menghadapi musim banjir dan saya mengharapkan masyarakat tidak panik dan saling mengingatkan, kita pun sudah membangun beberapa dapur umum di beberapa titik pengungsian,” jelasnya

Ketika di konformasi wartawan MCNN.COM Agus Suparno Kepala Bidang Logistik BPBD kabupaten Bekasi mengatakan bahwa, karung dan pasir serta material lainya memang sangat terbatas dan semua sudah di salurkan.

” Kondisi sekarang masih darurat belum masuk tanggap darurat, angaran kami terbatas mudah – mudahan kedepanya anggaran penanggulangan bencana bisa ditambah sebab anggaran tersebut akan kembali ke masyarakat korban bencana, ” jelasnya ( 08/12/2021).

Rusdy Haryadi anggoata komisi IV FPKS juga mengungkapkan bahwa pada saat ini hampir semua desa terendam banjir sedangkan penanganan memerlukan lonjakan biaya, pasti akan mengalami keterbatasan.

” Kita akan bahas dirapat kerja , hampir 23 desa terendam banjir pasti penganggaran akan melonjak, kita pernah saksikan perahu karet banyak yang rusak dan alat- alat penunjang lainya pun sudah banyak yang tidak layak pakai,” jelas Rusdy kepada MCNN.COM.

Hasil liputan MCNN.COM melonjaknya debit air Citarum diakibatkan oleh melupanya aliran sungai Sipun Cibeet dan sebagian dari Waduk Walahar yang sudah tidak bisa lagi menampung air hujan.

” Banjir yang merendam warga dibantaran kali Citarum akibat meluapnya sungai Sipun Cibeet yang sudah tidak bisa lagi menampung debit air akibat hujan yang turun sepanjang hari dengan intensitas tinggi. * ( Apen)

 

 

 958 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.