Bangunan Toilet Sekolah Diduga Menjadi Cluster Baru Korupsi

Bekasi, MCNN.Com – Program pengentasan Covid 19 terutama di lingkungan sekolah terus diprioritaskan pusat maupun daerah.

Tak tanggung pemerintah mengeluarkan anggaran hampir 98 Milyar untuk pemerintahan kabupaten Bekasi dalam rangkan pembangunan sarana sanitasi yang bersih dan sehat dilingkungan sekolah.

” Tiap sekolah mendapatkan anggaran hampir 200 juta tapi bangunan yang dibangun sangat tidak memuaskan, pemerintah audit lah itu kan korupsi namanya,” kata warga Bantarjaya ( 15/12/2020).

Hal lain dikatakan oleh salah satu guru di SDN Bantarjaya 03 kecamatan Pebayuran yang menanyakan pengerjaan bangunan yang terbengkalai dan memakan waktu yang berlarut – larut

” Sampai saat ini pengerjaannya belum selesai sedangkan wacananya toilet harus bisa digunakan di bulan Januari, bagaimana ini,” keluhnya.

Sementara itu ketika wartawan MCNN.Com menannyakan perihal lamanya proses pengerjaan toilet di SDN Bantarjaya 03, salah satu pekerja memgatakan bahwa pihaknya tidak tahu batas waktu pengerjaan bangunan.

” Tanya saja ke pak Ade mas dia pemborongnya,” singkatnya ( 15/12/2020).

Uryan Riana anggota DPRD FPKS mengatakan bahwa pengerjaan toilet yang menghabiskan anggaran fantastis dikerjakan dengan cara yang tidak profesional dan perencanaan yang matang.

” Anggaran 200 juta masa hasinya sangat tidak memuaskan, ini jelas merugikan masyarakat dan pemerintah dan kami ( DPRD ) akan melakukan Rapat Dengar Pendapat ( RDP ) dengan pihak terkait,” jelasnya. ( Ali Rohman )

 

 

 

 390 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan