BAGAIMANA DENGAN SUMPAH PROFESI KAMI

TANGERANG, MCNN – Corona Virus atau 2019 n-Cov pertama kali muncul di Cina dan telah menyebabkan wabah diseluruh dunia. Virus ini berawal dari kelelawar yang menginfeksi kemanusia lalu dari manusia kemanusia. Gejala paling umum pada pasien dengan diagnosa pneumonia yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 adalah demam diikuti dengan terjadinya batuk atau flu, rasa sakit ditenggorokan, sakit kepala sampai rasa tidak enak seluruh badan.

Data WHO per tanggal 11 Februari 2020 telah menunjukkan bahwa lebih dari 43.000 kasus yang dikonfirmasi telah diidentifikasi di 28 negara / wilayah, dengan > 99% kasus terdeteksi di Cina. Pada 30 Januari 2020, WHO menyatakan COVID-19 sebagai darurat kesehatan publik.

Penyakit ini disebarkan melalui penularan dari manusia ke manusia melalui tetesan atau kontak langsung, dan infeksi diperkirakan memiliki masa inkubasi rata-rata 6,4 hari. Data per tanggal 16 Juni 2020 jumlah penderita diseluruh dunia mencapai 755juta dengan angka meninggal dunia sekitar 423 ribu tersebar di123 orang negara didunia.

Sedangkan data diIndonesia 39.294 orang, penderita yang sembuh 15.123 orang dan yang meninggal 2.198 orang dan dirawat sebanyak 21.913 orang.

Angka penderita di Provinsi Banten mencapai 1240 orang, dengan pasien sembuh sebanyak 440 orang dan yang meninggal dunia 79 orang, data di Kabupaten Tangerang mencapai 436 orang, sembuh sekitar 295, meninggal dunia sekitar 32 orang dan masih dalam perawatan sebanyak 109 orang dirawat dirumah sakit rujukan yang sudah ditentukan oleh pemerintah.

Setelah SARS-CoV-2 dinyatakan sebagai masalah kesehatan dunia oleh WHO, setiap negara berlomba dan berusaha untuk mengurangi angka kejadian atau angka penderita. Infeksi coronavirus disebabkan oleh virus corona itu sendiri. Kebanyakan virus corona menyebar seperti virus lain pada umumnya, seperti: terkena percikan cairan liur penderita saat batuk atau bersin, menyentuh tangan atau wajah penderita lalu menyentuh mata, hidung dan mulut serta bisa lewat tinja atau feses penderita. Infeksi bisa semakin parah bila menyerang penderita dengan disertai penyakit comorbid. Contohnya, orang dengan penyakit jantung atau paru-paru, orang dengan sistem kekebalan yang lemah, bayi, dan lansia.

Sampai saat ini belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus corona. Namun, setidaknya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjangkit virus ini.

Berikut upaya yang bisa dilakukan:

– Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
– Hindari menyentuh wajah, hidung, atau mulut saat tangan dalam keadaan kotor atau belum dicuci.
– Hindari kontak langsung atau berdekatan dengan orang yang sakit.
– Hindari menyentuh hewan atau unggas liar.
– Membersihkan dan mensterilkan permukaan benda yang sering digunakan.
– Tutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk dengan tisu. Kemudian, buanglah tisu dan cuci tangan hingga bersih.
– Jangan keluar rumah dalam keadaan sakit.
– Kenakan masker dan segera berobat ke fasilitas kesehatan ketika mengalami gejala penyakit saluran napas.
– Perkuat sistem kekebalan tubuh dengan konsumsi vitamin dan suplemen sebagai bentuk pencegahan dari virus ini.

Upaya Pemerintah untuk mengurangi angka penyebaran Virus ini dengan memberlakukan PSBB, berdasarkan Keputusan Menkes No. Hk.01.17/Menkes/249/2020 didaerah Tangerang yang berlaku sejak 18 April 2020, hingga sampai saat ini masih berlaku PSBB jilid 4. Namun, kebijakan PSBB ini menimbulkan ketimpangan dalam sisi perekonomian masyarakat, para pelaku usaha baik makro maupun mikro mengalami kerugian secara finansial sehingga para pekerja terpaksa untuk dirumahkan.

Atas dasar hal tersebut Pemerintah mulai menetapkan tatanan pola hidup baru, yang terkenal dengan istilah  Era New Normal. Dalam New Normal, ada indikasi bahwa beberapa sektor kegiatan yang tadinya tutup akan dibuka kembali tentunya dengan memberlakukan protokol kesehatan sesuai anjuran dari pemerintah.

Namun, skenario new normal ini berpotensi menciptakan peningkatan kasus Covid 19  dan berimbas pada tenaga medis, khususnya para perawat.

Menjadi  kegamangan tersendiri bagi perawat karena hal tersebut, sehingga perawat berfikir akan lebih lama lagi dalam menjalankan tugas.

Sulit dibantah bahwa para perawat bersama Dokter dan tenaga medis lain merupakan kalangan yang paling rentan dengan resiko terpapar Covid-19. Perawat bekerja sekitar 8 jam sehari dan selama itu pula tubuh  mereka dibungkus Alat Pelindung Diri lengkap.

Perawat berhubungan langsung dengan pasien suspect maupun positif Covid-19 di tempat paling terpapar diarea rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang memberikan perawatan Covid-19 terkadang mereka menghiraukan kesehatan diri sendiri demi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Eksistensi dan peran perawat dalam situasi saat ini sangat dibutuhkan, saat yang lain sudah menyerah, hingga beberapa  pekan lalu muncul hastag #Indonesia terserah, sebagai peringatan sekaligus menginsyaratkan  jangan sampai Negeri ini terjerumus ke jurang malapetaka.

Masih kurangnya kesadaran dari masyarakat Indonesia tentang pentingnya kesehatan dalam kondisi saat ini, kondisi yang serba dilematis bagi tenaga kesehatan, melihat jumlah pasien positif terus bertambah, sementara masyarakat tidak patuh dalam menerapkan social distancing.

Walaupun demikian, lantas apakah perawat pada akhirnya  akan menyerah  menjadi “Indonesia terserah”.

Seorang  Perawat dalam sumpah setianya ialah  akan membaktikan hidup untuk  kepentingan kemanusiaan terutama dalam bidang kesehatan tanpa membeda-bedakan kesukuan, kebangsaan, keagamaan dan jenis kelamin, golongan, aliran politik, dan kedudukan sosial serta menghormati setiap hidup manusia sepanjang daur kehidupannya, dan itulah kemudian menjadi lahirnya filosofi perawat.

Peran Perawat untuk lebih menyiapkan masyarakat secara mandiri untuk mengubah pola hidup sehat untuk mengikuti protokol-protokol kesehatan yang sudah dikampanyekan oleh pemerintah, hal tersebut merupakan bukti Perawat tetap menjalankan perannya sesuai dengan Sumpah Perawat.

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberi kekuatan kepada para perawat deseluruh Indonesia,”

Tangerang, 09 Juli 2020.

Jesman Jhonny Sirait
Mahasiswa Program  Magister Keperawatan STIK Sint Carolus

Tinggalkan Balasan