Aset Mantan Menteri Kelautan Dan Perikanan Disita Penyidik KPK

Sukabumi. MCNN – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) sita aset mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Kampung Sindanglengo RT 03/02 Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (18/2/2021) malam, KPK juga sekaligus memasang Plang penyegelan atas aset tersebut.

Kata Plt juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan,  Edhy menjadi tersangka bersama enam orang lainnya. Mereka adalah stafsus Menteri KKP Safri; Pengurus PT ACK Siswadi; staf istri Edhy Ainul Faqih; dan pemberi suap Direktur PT DPP Suharjito. Kemudian dua staf pribadi menteri KP Andreau Pribadi Misata dan Amiril Mukminin.

“Diduga villa tersebut milik tersangka EP (Edhy Prabowo) yang dibeli dengan uang yang terkumpul dari para eksportir yang mendapatkan izin pengiriman benih lobster di KKP,” kata Ali Fikri selak.

Sementara itu, Camat Caringin, Anwari mengatakan Aset yang disita berupa Lahan seluas dua hektare dan sebuah vila.

“Malam ini pihak KPK melakukan penyitaan dan penitipan barang bukti terkait dugaan tindak pidana korupsi atas nama Bapak Edhy Prabowo yang kebetulan mempunyai Aset di Kampung Sindanglengok, Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi. Asetnya berupa tanah dan bangunan seluas dua hektare,” ungkap Anwari kepada wartawan di lokasi penyitaan aset.

“berdasarkan informasi yang kami terima, Aset tersebut dimiliki Edhy Prabowo sejak bulan Juli 2020 lalu. Yang disegel adalah bangunan dan tanah karena ini terdiri dari dua sertifikat. Sertifikat atas nama Sugianto, di mana Pak Sugianto ini adalah mantan pembantu atau sopir dari Edhy Prabowo. Itu berdasarkan pengakuan Pak Sugianto,” tambah Anwari.

“Untuk sementara berdasarkan berita acara dari KPK tanah dan bangunan ini dititipkan kepada orang yang ditunjuk, yang biasa jaga di sini sampai dengan penetapan oleh pihak pengadilan,” terangnya.

(Azhari/Zazuli)

 258 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan