Apapun Resikonya Buruh PP FSP RTMM-SPSI Akan Aksi Menolak Omnibus Law

MCNN – Tangerang – Penyebaran Virus corona yang mewabah di seluruh indonesia seolah tidak menjadi masalah bagi pemerintah pusat untuk terus melakukan pembahasan RUU Omnibus law Cipta Kerja.

Pasalnya dalam situasi musibah virus corona, para buruh saja yang sudah menentukan akan aksi unjuk rasa secara besar-besaran untuk menolak omnibus law di tunda karena situasi seperti ini.

RTMM-Cybernewsnasional.com
Yayan (Kiri) bersama Pitoyo (Kanan) Ketua PC FSP-RTMM-SPSI Kota Tangerang.

Sekretaris umum PP FSP RTMM-SPSI, Yayan Supyan mengatakan, ” Federasi Serikat Pekerja Roko Tembakau Makanan Minuman ( FSP RTMM) menolak pambahasan RUU omnibus law cipta kerja di tengah kondisi seperti ini,”tegasnya.

Harusnya pemerintah lebih memikirkan masyarakat dengan kondisi saat ini bukan malah menjadikan kesempatan kondisi yang sangat membahayakan masyarakat dimanfaatkan untuk membahas RUU Omnibus law cipta kerja yang sangat menyengsarakan masyarakat, Khususnya para pekerja.

Dengan ini Yayan Supyan menegaskan, kalau memang pemerintah tetap memaksakan untuk membahas RUU Omnibus law para buruh juga akan tetap melaksanakan aksi besar-besaran dengan satu tujuan menolak RUU Omnibus Law yang berpotensi menyengsarakan masyarakat Pekerja Indonesia.

Tolak Omnibuslaw-Cybernwsnasional.com
Aksi Buruh RTMM Menolak Omnibuslaw (2019)

“Dengan dukungan penuh dari ketua PC FSP RTMM Kota Tangerang Pitoyo.SH, Kami akan berjuang menolak Omnibuslaw, kami akan turun ke Jalan menuju DPR RI Pusat, apapun itu resikonya, diam di tindas lebih baik bergerak sekalian, tegas Yayan Supyan saat ditemui di kantor PD FSP RTMM-SPSI Banten, Jumat, (03/04/2020).

Lebih lanjut Yayan Supyan juga mengatakan, PP FSP RTMM-SPSI sudah mengirimkan surat ke pimpinan DPR RI, Seluruh fraksi di DPR RI,  Seluruh ketua partai, bahkan kepada presiden untuk memperhatikan seksama akan situasi dan kondisi musibah penyebaran virus corona yang melanda Indonesia.

” Kalau memang pemerintah tidak memperdulikan kondisi saat ini dan berisi keras akan membahas RUU Omnibus law cipta kerja, kami akan melaksanakan aksi bulan ini dengan mengerahkan masa sebanyak 3000 orang, apapun itu resikonya, ” pungkasnya.

(Angga).

 2,055 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan