Aktivis : Satpol PP Nggak Becus Tangani PKL

PKL

TANGERANG, MCNN – Aktivis, sekaligus penggiat sosial, Saipul Basri angkat bicara terkait pernyataan Agapito De Araujo yang memastikan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) tidak akan dilaksanakan, hingga virus Corona Mereda.

Menurut Saipul, pernyataan tersebut adalah bukti satpolPP yang didapuk untuk menegakan peraturan daerah, namun tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

“Kalau memang ngga becus menegakan perda atuh kembalikan anggaran yang sudah mereka pakai, jangan se’enak jidatnya saja membiarkan pelanggaran itu dong,” tegas Saipul, yang akrab disapa Marcel.

Selain itu, menurut Marcel, dugaan pembiaran tersebut juga dipastikan melukai hati masyarakat Kota Tangerang, yang baru mulai kembali mempercayai pemerintah.

“Jangan Begitu dong, jangan lagi karna alasan corona perda dibiarkan mati suri, pembiaran itu adalah bentuk pengkhiatan satpol PP yang menggunakan anggaran dari rakyat untuk operasional mereka,” tuturnya.

Dengan demikian, ia mendesak Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Herman Suwarman, untuk meminta pertanggungjawaban pernyataan bawahannya, yang dinilai membiarkan perda mandul dan mati.

“Sekda harus segera mengambil tindakan tegas, jangan biarkan kepercayaan kami sebagai masyarakat memudar atas pernyataan pejabat yang dinilai kurang mampu dan ngga becus menegakan peraturan daerah,” tuturnya.

Sayangnya hingga berita ini dilansir belum ada keterangan dari sekretaris daerah Herman Sumarwan. Walaupun berkali- kali wartawan mencoba menghubungi via selulernya namun belum ada tanggapan.

Diberitakan sebelumnya, Kendati dinilai mengkangkangi peraturan daerah, SatpolPP Kota Tangerang memastikan tidak akan melakukan penertiban kepada para PKL disekitaran Pasar Sipon Cipondoh dan Pasar Tumpah Disekitaran Industri Panarub. Tbk, Pasar Baru Karawaci.