Aksi Tanam Pohon, DPRD Tagih Janji

Aksi Tanam Pohon

Tangerang, Cybernewsnasional.com – Aksi tanam pohon yang kembali dilakukan Warga Taman Royal, Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Turidi Susanto tagih janji kepada pihak PT. Cahaya Baru Raya Reality (PT.CBRR) sebagai pengembang, atas rusaknya akses jalan, Minggu (01/3/2020).

Hal itu, lantaran PT. CBRR dinilai ingkar atas kesepakatan dalam musyawarah dengan DPRD, Sekda juga Dinas, pada Rabu (22/1/2020), yang berjanji akan memperbaiki di bulan Februari 2020.

Menurut Turidi Susanto, puluhan warga yang menanam Pohon Pisang di tengah jalan, lantaran kesal dengan jalan dan saluran air yang tak kunjung diperbaiki hingga sekarang.

“Berarti kan pengembang (PT.CBRR) ingkar janji,” terangnya, saat menemui aksi warga.

Turidi Susanto

Dirinya juga meminta kepada pengembang, atas keuntungan dari hasil penjualan property, agar melihat kepentingan Bersam untuk segera memperbaiki akses jalan.

“Kebetulan tadi saya sudah menelpon Pak Musanif (pihak pengembang) ia berjanji akan memperbaiki di bulan Maret tanggal 4 ini,” jelas Turidi kepada warga.

Pasalnya, serah terima fasos fasum yang belum diserahkan pengembang kepada Pemkot Tangerang, membuat APBD tidak bisa digunakan untuk perbaikan akses jalan tersebut.

“Pemerintah tidak dapat membangun dengan anggaran APBD sebab, fasos fasum yang belum diserahkan. Makanya masih tanggung jawab pengembang. Jika nanti pada tanggal yang sudah ditetapkan dan tidak kunjung diperbaiki juga, maka kami akan melakukan gerakan 1000 rupiah menyumbang kepada Pemkot Tangerang untuk perbaikan jalan ini,” sambung Turidi.

Dalam kesempatan itu, Turidi juga menyayangkan atas sikap Pimpinan Bank Mayapada, yang dinilai sebagai penjamin pinjaman PT. CBRR, tidak sempat hadir dalam panggilan musyawarah yang dilakukan DPRD bersama OPD dengan PT. CBRR.

“Tarik ulur antara Bank Mayapada dan PT. CBRR, yang tidak menyerahkan Fasum- Fasosnya ke Pemerintah Kota Tangerang penyebab utama. Tidak diserahkan Fasum Fasos ini, sehingga mengorbankan warga kami,” tandasnya.

Warga Royal Tangerang

Salahsatu warga aksi, Kiblatullah mengungkapkan, bahwa dirinya sangat kesal kepada pengembang, hingga melakukan aksi penanaman pohon yang kesekian kalinya, lantaran permintaan itu sudah bertahun-tahun dipinta.

“Hingga 2020 belum juga terlihat ada jalan yang di perbaiki, padahal di tahun 2018 kurang lebih empat kali pertemuan membahas soal ini, mana janjinya,” serunya.

Disisi lain, ungkapan serupa juga dilontarkan Ketua RT. 04, RW. 01, Rosyid yang menjelaskan, saat hujan deras, jalan masuk tersebut tergenang air hingga 40 CM. Sehingga sangat membahayakan warga dan pengguna jalan lainnya.

“Sudah banyak korban disini, akibat jalan berlubang dan tertutup air, terlebih anak sekolah yang menggunakan motor. Ditambah saluran air juga jadi ikut ketutup, lantaran lumpur dan bebatuan yang menutupi sepanjang jalan ini,” ungkapnya.

Selain melakukan aksi, warga juga bekerja bakti untuk membuat saluran air dengan menggali lumpur yang bersifat sementara untuk mengaliri air yang tergenang.

Hal tersebut diterangkan, Rosyid yang melaksanakan kerja bakti. “Lantaran memang ini merupakan kewajiban pengembang, kami hanya bisa membantu seperti ini saja. Tapi ya kalau hujan turun deras lagi, berantakan lagi dan tertutup lagi got nya,” jelasnya. (Abi-red)

Tinggalkan Balasan