Aksi Korban Penggusuran TOL JORR II Buat Posko Kemanusiaan

KOTA TANGERANG, MCNN – Korban penggusuran pembangunan proyek ruas Jalan Tax On Location Jakarta Outer Ring Road II (TOL JORR II) di Kampung Baru, Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang gelar aksi lanjutan dengan mendirikan Posko Kemanusiaan di depan Gedung Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang.

Pasalnya, dalam aksi warga dengan membangun Posko Kemanusiaan, guna untuk bermalam menuntut pemerintah daerah atas kompensasi yang belum diterima atas penggusuran proyek yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) Presiden Jokowi.

Menurut salahsatu Koordinator Aksi, Saiful Basri mengatakan, bahwa warga yang akan bermalam dalam menuntut atas aksinya menginginkan, Pemerintah Kota Tangerang dapat ikut andil untuk membantu permasalahan warga atas korban pembangunan TOL JORR II.

Marcel Patron
Saiful Basri, koordinator aksi

“Hari ini pada persoalan korban gusuran di wilayah Kecamatan Benda, proses mediasi kita sudah berjalan dua kali dan hari Selasa besok dengan proses mediasi ketiga. Namun, yang jelas kan yang kami inginkan ada pemerintahan di tengah-tengah masyarakat, hanya itu yang kami inginkan. Biar bagaimanapun, yang mengadu masyarakat Kota Tangerang, di mana pemimpin yang bertanggung jawab terhadap persoalan-persoalan masyarakatnya. khususnya terkait penggusuran yang belum dibayar,” ungkap pria yang kerap disapa Marcel, yang juga dari Patriot Nasional (Patron).

Sebanyak 27 bidang tanah di Kampung Baru yang rata dengan tanah terdampak proyek Tol JORR II atau Serpong, Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta. Marcel juga beranggapan, pemerintah (Dinas PUPR Kota Tangerang-red) dapat mendesak pihak terkait (Kementrian PUPR) untuk dapat segera memberikan kompensasi yang layak kepada warga Kota Tangerang terdampak.

“Kami berharap Pemerintah Kota Tangerang bisa mengintervensi ke pemerintah pusat, agar dapat terealisasi yang menjadi keinginan warga dengan kompensasi Rp. 7 juta,” jelasnya.

Dalam kegiatan aksinya, warga yang didukung aktivis mahasiswa itu, rencananya akan terus bertahan di posko kemanusiaan yang mereka dirikan hingga hari Jum’at 18 Desember 2020, jika tuntutan mereka kepada Pemerintah Kota Tangerang tidak ditanggapi.

“Kami disini rencananya akan bertahan sampai hari Jum’at. Kalo untuk anak-anak sampai ikut dalam aksi, orang tuanya tidak mewajibkan, tidak menyuruh, tapi memang bapak dan ibu ikut memperjuangkan haknya otomatis mereka ikut, dan teman-teman berharap pemerintah bisa memperjuangkan apa yang menjadi tuntutan Masyarakat Kota Tangerang disini,” tandas Marcel.(red)

 472 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan