AIPBR : Tangkap dan Adili Pelaku Tindak Kekerasan Terhadap 3 Wartawan Bogor

Leonardo B Purba.S.E., S.H. (foto ke 3 dari kiri) Ketua Dewan Penasehat AIPBR saat berada di Polsek Gunung Putri.

Kabupaten Bogor, CYBERNEWSNASIONAL.COM – Dugaan tindakan kekerasan terhadap tiga orang wartawan Publikasi Nasional dan Cakrawala TV  bernama Maman, Yunus Firdaus, Tomy Adi saat akan melakukan peliputan masa yang sedang mengadakan pertemuan di Warung Bakso Sukowati Desa Bojong Nangka Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor Jawa Barat  yang diduga berpotensi melakukan kerumunan ditengah PPKM Level 3, mendapat kecaman dari beberapa perkumpulan wartawan Kabupaten Bogor. Sabtu (19/02/2022) sekitar Pukul 19:00 wib.

Ketua Dewan Penasehat Aliansi Insan Pers Bogor Timur (AIPBR) Leonardo Purba saat di Polsek Gunung Putri Hadir Bersama Sintaro Pimpinan Perusahaan Media Publkasi Nasional, Ketua DPC LSM Lidik Pro Junaedi Dan Puluhan Wartawan dari berbagai Media untuk memberikan dukungan serta Support.

Yunus Firdaus salah satu wartawan korban tindak kekerasan.

kepada tiga korban yang sedang membuat laporan, menyampaikan, Sabtu Malam (19/2/2022) menyebutkan insiden kekerasan terhadap wartawan itu diduga dilakukan oleh massa yang sedang mengadakan pertemuan di warung Bakso Sukowati.

Dirinya menegaskan bahwa AIPBR secara organisasi meminta kepada pihak kepolisian segera memproses secara tuntas kasus kekerasan terhadap insan pers ini, karena mereka telah menginjak-injak Marwah Lembaga dan Profesi kami.

“Apapun alasannya, wartawan tidak bisa dipukul ataupun dilarang dan sebagainya, karena wartawan bekerja sesuai dengan undang-undang yang mewajibkan untuk menghimpun dan mendapatkan informasi yang kemudian menyebarluaskan ke publik,” katanya.

Oleh karena itu, ia meminta pihak kepolisian khususnya Polsek Gunung Putri dan Polres Bogor segera memproses kasus tersebut, karena sudah merupakan tindak pidana.

Ia menyatakan aparat kepolisian pasti memahami Undang-Undang (UU) Pers, untuk itu polisi juga selain bersandar pada UU Pidana juga harus mengutamakan UU Pers, karena tindakan itu bagian dari menghalangi-halangi tugas wartawan dalam melakukan peliputan seperti diatur dalam UU No.40 Tahun 1999.

Di lokasi yang sama Pimpinan Perusahaan Sintaro mewakili Pimpinan Redaksi Media Publikasi Nasional Jhon Kenedi yang belum sempat hadir mendampingi wartawannya membuat laporan mengatakan dirinya mengecam dan mengutuk aksi Brutal yang dilakukan Oknum RT dan rekan-rekannya terhadap wartawannya.

“Saya mengecam dan mengutuk tindakan Brutal yang dilakukan oleh sejumlah orang terhadap wartawan saya,” tegasnya

Pasalnya Akibat kejadian tersebut wartawan saya mengalami bengkak atau Benjol dimuka dan memar-memar sehingga mengakibatkan, Trauma mendalam,” katanya lagi,

Lanjut Sintaro saya meminta kepada pihak kepolisian tangkap dan penjarakan serta hukum berat para pelaku karna telah melakukan pengeroyokan terhadap wartawannya.

“Saya minta pihak polisi untuk cepat menangkap dan penjarakan pelakunya, karena perbuatan mereka telah merugikan dan secara tidak langsung menghina Profesi wartawan”, pintanya

Ia juga berharap dengan kejadian ini semua element masyarakat dan lembaga ataupun instansi lainnya lebih memahami dan menghargai Profesi wartawan yang mana pers adalah Pilar ke 4 Demokrasi.

Dengan kejadian ini saya berharap semua element masyarakat lembaga dan instansi paham dan menghargai tentang Marwah Profesi wartawan, agar tidak ada lagi kejadian seperti ini lagi”, tutupnya. (Red.)

 414 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.